Warga Silwan Shalat Jumat di Luar Ruangan Sebagai Penentangan Terhadap Penggusuran

Lingkungan Silwan di Yerusalem Timur (Al-Quds) yang diduduki. (Wafa)

Al-Quds, MINA – Lusinan warga Palestina dari lingkungan Silwan di Yerusalem (Al-Quds) yang diduduki melakukan salat Jumat (6/8) di luar ruangan, bertujuan bersuara menentang rencana Israel mengusir keluarga asli dari rumah mereka di lingkungan tersebut.

Setelah shalat, para jamaah mengadakan acara berjaga-jaga sebagai protes atas kebijakan rasis Israel terhadap penduduk Palestina di kota itu, yang mencakup penggusuran paksa dan pembongkaran rumah sendiri dengan berbagai dalih, Wafa melaporkan.

Menurut perkiraan tidak resmi, sekitar 1.250 warga Palestina di lingkungan Silwan dan Sheikh Jarrah di Al-Quds yang diduduki menghadapi ancaman penggusuran demi pemukim Yahudi Israel.

Lebih dari 700.000 orang Palestina diusir dari rumah mereka oleh milisi Israel pada tahun 1948, ketika Israel dinyatakan sebagai negara merdeka. Ribuan warga Palestina selanjutnya mengungsi dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 ketika Israel merebut Yerusalem Timur.

Silwan adalah tempat tinggal bagi sekitar 33.000 warga Palestina, terletak di luar tembok Kota Tua dan hampir 5 km dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem yang diduduki.

Sheikh Jarrah merupakan tempat protes terhadap pengusiran yang menyebabkan kekerasan Israel terhadap warga Palestina dan agresi 11 hari di Gaza pada Mei lalu.

Sejak 1980-an, Israel telah memindahkan pemukim Yahudi ke lingkungan tersebut. Saat ini, beberapa ratus pemukim Yahudi tinggal di sana di kompleks permukiman yang sangat dilindungi, dengan mengorbankan keluarga Palestina yang telah dipindahkan secara paksa. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)