Warga Yordania Protes Perjanjian Gas dengan Israel

Amman, MINA – Warga Yordania mengajukan protes kepada pemerintah untuk membatalkan perjanjian gas dengan pendudukan Israel dan menekankan bahwa itu adalah hak bagi Palestina yang dicuri oleh pendudukan.

Laporan Quds Press menyebutkan, aksi demo Sabtu malam (11/1), yang dikoordinir Komite Rakyat di Al-Baqa’a, berlangsung di kamp pengungsi Palestina terbesar di Yordania.

Anggota parlemen Yordania, Ibrahim Abu Al-Sayyid, dalam orasinya meminta anggota parlemen untuk menolak anggaran yang berisi ketentuan untuk menandatangani perjanjian dengan pendudukan Israel.

Dia menekankan, bahwa perjanjian gas curian dari Palestina, hanyalah untuk mendukung ekonomi Zionis dan menyerahkan darah para martir.

Dia juga menggambarkan hari eksplorasi gas, sebagai “hari hitam” yang direncanakan oleh pemerintah sebelumnya, dan dilaksanakan oleh pemerintah berikutnya.

“Perjanjian itu sebagai pengkhianatan terhadap darah para martir, bangsa, agama, dan semua prinsip kemanusiaan,” ujarnya, menyerukan anggota Parlemen untuk mengundurkan diri.

Perjanjian eksplorasi gas Israel-Yordania, pada awal bulan ini, menurut kesepakatan yang ditantangani pada tahun 2016, dengan nilai 10 miliar dolar, untuk jangka waktu 15 tahun.

Kampanye Nasional Yordania untuk membatalkan perjanjian gas dengan entitas Zionis mengumumkan serangkaian kegiatan protes di seluruh provinsi Kerajaan, mengecam perjanjian tersebut.

Pada bulan Maret 2019, parlemen Yordania mengambil keputusan dengan suara bulat untuk menolak perjanjian gas. Namun Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan pada saat itu, bahwa perjanjian itu “tidak memerlukan persetujuannya”, karena ditandatangani antara dua perusahaan dan bukan dua pemerintah

Yordania memiliki alternatif selain Israel untuk mengimpor gas, yang diwakili oleh gas Mesir, yang memulai pemompaan eksperimental sejak kuartal terakhir tahun 2018, selain gas Irak dan Aljazair. (T/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)