Wartawan Senior Alwi Saleh Shahab Meninggal Dunia

Jakarta, MINA – Wartawan senior  Alwi Saleh Shahab, 84 tahun, meninggal dunia pada Kamis (17/9), pukul 03.00 WIB.

Cucu dari Habib Kwitang ini memulai karier jurnalistiknya di Arabian Press Board (APB) antara lain bersama Muhyiddin Hamidy, kemudian Presiden Soekarno menggabungkan kantor berita ini dengan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, mendiang lama berkarier di sini, dan sesudah pensiun bergabung dengan Harian Republika.

Menurut informasi yang dikumpulkan MINA, Abah Alwi meninggal dunia di Rumah Duka, Kompleks Balekambang Asri no 14, Gang Haji Sarbii, Jalan Mungggang, Condet, Jakarta Timur.

Di halaman rumah duka berjejer karangan bunga tutut berduka cita antara lain dari Gubenur DKI Jakarta Anies Rashid Baswedan.

Rencananya almarhum akan dimakamkan selepas waktu Ashar di Kober, depan Kelurahan Balekambang Jl Pucung, Jakarta Timur.

Alwi Shahab lahir di Kwiitang, Jakarta, 31 Agustus 1936.

Ia merupakan wartawan yang telah aktif berkontribusi dalam dunia jurnalistik Indonesia sejak era Bung Karno, yang sudah hampir 60 tahun. Alwi mengawali kariernya sebagai wartawan kantor berita Arabian Press Board di Jakarta tahun 1960, kemudian menjadi wartawan di Kantor Berita Antara sejak Agustus 1963.

Saat di Antara, ia melakukan berbagai macam liputan, mulai dari reporter kota, kepolisian, parlemen, istana sampai bidang ekonomi. Selama sembilan tahun (1969-1978), anak Betawi kelahiran Kwitang, Jakarta Pusat ini, cucu Habib Kwitang ini menjadi wartawan Istana Kepresidenan.

Selama menjadi seorang wartawan, ia sering melakukan liputan ke luar negeri, seperti tahun 1983 ke perbatasan Malaysia-Thailand untuk meliput operasi penumpasan gerakan Komunis oleh tentara Malaysia.

Pensiun dari Antara tahun 1993, ia bergabung dengan Harian Umum Republika, dan mulai menulis artikel-artikel agama Islam dan tentang sejarah kota Jakarta, baik dalam bentuk tulisan lepas, di rubrik kebudayaan, maupun di rubrlik Sketsa Jakarta dan Nostalgia.

Dengan kepribadiannya yang sangat friendly, selalu respek dengan semua orang dan tidak kenal lelah, serta sangat mencintai profesinya sebagai Jurnalis membuatnya menjadi  wartawan senior yang dicintai dan diidolakan oleh rekan dan juniornya.

Selain itu, ia juga memiliki semangat juang dan jiwa komitmen yang tinggi walaupun di usianya yang sudah tua.

Abah Alwi juga sering menyampaikan pesan bahwa wartawan muda harus tetap semangat tanpa mengenal lelah.

Abah Alwi adalah salah seorang penerima Press Card Number One yang dianugerahkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada wartawan senior dengan perjalanan karier yang luar biasa. Anugerah diadakan  setiap Hari Pers Nasional tanggal 9 Pebruari tiap tahun..

Mendiang telah menulis banyak buku terutama tentang Sejarah Betawi antara lain Hukum Pancung di Batavia terbitan tahun 2007, Ciliwung: Venesia dari Timur, dan Kasino Bernama Kepulauan Seribu. (A/SR/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)