Webinar Pendampingan Penerima Beasiswa Lazismu PCM Kebayoran Baru Bersama LPPM UHAMKA

Jakarta, MINA – Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerjasama dengan Lazismu PCM Kebayoran Baru mengadakan Webinar Penyuluhan dan Pendampingan bagi Penerima Beasiswamu di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru.

Webinar yang digelar Rabu (20/1) bertema “Penguatan Konsep Diri Dan Motivasi Berprestasi Penerima Beasiswa Lazismu PCM Kebayoran Baru”.

Adapun Pembicara dalam kegiatan webinar pendampingan bagi penerima beasiswamu dari Lazismu Kebayoran Baru antara lain yaitu Dr. H. Syaiful Rohim, M.Si dan Moh. Supendi, M.Pd. Dalam kesempatan ini juga menghadirkan pembicara tamu dari Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, M.E, Sy.

Program kegiatan pendampingan beasiswa merupakan upaya peningkatan motivasi dan pengembangan diri sebagai program kelanjutan dari pencapaian pemerolehan program beasiswamu bagi siswa berprestasi baik dari tingkat Sekolah Dasar, Menengah dan Menengah Atas serta Perguruan Tinggi.

Selain itu, tindak lanjut dari proses pemberian beasiswa (program kaderisasi) yang bertujuan untuk memantau penerima beasiswamu dari prestasinya serta pembekalan untuk menjadi kader.

Tidak hanya mengenai bantuan keringanan biaya tapi fokus juga untuk mendukung kegiatan softkill, memperkuat program motivasi, dan mengembangkan enterpreneurship.

Dr. H. Syaiful Rohim, M.Si.(Foto: Istimewa)

Syaiful Rohim sebagai narasumber dan ketua tim pengabdian masyarakat ini memaparkan bagaimana implementasi dari konsep pengembangan diri, dimana konsep diri membicarakan cara bagaimana seseorang untuk menentukan masa depan dalam membentuk perilaku yang diantaranya adalah apa yang menjadi rujukan bagian di masa depan.

Menurutnya, sebagai bagian dalam proses menempa kepribadian di kehidupan yang akan datang akan membentuk konsep kehidupan dirinya sendiri yaitu dengan cara bagaimana seseorang tersebut memeroleh informasi atau pengetahuan yang didapatkan.

“Dengan demikian akan ada relasi yang dibangun, terutama dalam  mewujudkan seorang dalam bercita-cita tentunya harus merawat atau memperbaiki konsep dirinya,” pungkas Syaiful.(L/R1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)