WHO: Kanker Jadi “Penyakit Mematikan” di Yaman

Aden,  MINA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/2) telah menegaskan, kanker telah menjadi penyakit mematikan di Yaman yang dilanda perang. Demikian Anadolu Agency melaporkan yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

“Kanker seharusnya bukan penyakit yang mematikan, tetapi di Yaman sudah menjadi penyakit mematikan,” kata WHO dalam sebuah laporan baru.

Terkait hal itu, laporan yang dikeluarkan untuk memperingati Hari Kanker Dunia pada 4 Februari setiap tahun, menjadi bukti ketidakmampuan pasien Yaman membayar biaya perawatan untuk mengatasi kanker tersebut.

“Ini adalah kasus bagi banyak orang Yaman yang tidak mampu membayar biaya perawatan, sehingga tetap tinggal di rumah sekalipun harus menunggu kematian untuk meringankan rasa sakit mereka,” tambah WHO.

WHO mengindikasikan bahwa sekitar 35.000 orang menderita penyakit kanker di Yaman, termasuk lebih dari 1.000 anak.

“Penyakit tidak menular ini menduduki angka 57% dari semua kematian di Yaman, dan kanker mempengaruhi semua kelompok umur di negara itu. Lebih dari 60% diantaranya menyerang usia 30-69 tahun,” kata Perwakilan WHO di Yaman, Altaf Musani.

Lebih lanjut lagi Altaf mengatakan, “Pencegahan kanker adalah kunci utama, dan WHO, UNICEF, bersama dengan otoritas kesehatan setempat dan mitra bekerja untuk mendorong pencegahan, sehingga memungkinkan kita untuk lebih berhati-hati dengan penyakit ini. ”

Yaman telah dilanda kekerasan sejak 2014, ketika kelompok Syiah Houthi menyerbu sebagian besar negara dan krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara dahsyat yang bertujuan untuk mendapatkan kembali keuntungan Houthi.

Puluhan ribu orang termasuk warga sipil, diyakini telah terbunuh dan PBB memperkirakan sekitar 14 juta warga Yaman berisiko kelaparan. (T/iss/B01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)