WNPG XI Bahas Penurunan dan Pencegahan Stunting  

Jakarta, MINA – Wakil Presiden HM Jusuf Kalla membuka Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) ke-XI tahun 2018, yang membahas percepatan penurunan dan pencegahan stunting untuk masyarakat Indonesia yang berdaya saing.

“Masalah stunting atau kekerdilan, ini bukan masalah bayi tapi harus mengkoreksi diri karena zaman dulu sudah dilakukan namun tidak diteruskan. Misalnya 4 sehat 5 sempurna diganti gizi seimbang dan diganti dengan isi piringku. Intinya stunting adalah masalah bangsa ini ke depan,” katanya dalam pengarahan pada WNPG ke XIdi Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

Wakil Presiden adalah juga Penanggungjawab Program Prevalensi Stunting. Acara ini berlangsung dua hari dan menurut rencana akan ditutup Rabu (4/7) siang oleh Presiden Joko Widodo.

Wakil Presiden menyatakan,  penurunan stunting menjadi fokus utama yang diperhatikan oleh pemerintah. Untuk itu bayi yang baru lahir beserta ibunya harus diberikan asupan gizi dari makanan yang sehat.

“Karena kalau bayi tidak diberikan asipan dan asi eksklusif, maka 30 tahun mendatang generasi kita kerdil dan produktivitasnya rendah dan cara berpikirnya berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, bicara stunting bukan hanya masalah hari ini, namun hasilnya akan dicapai 20-30 tahun mendatang.

Menurut data Bank Dunia kita (Indonesia) peringkat stunting keempat di dunia.

“Indonesia hanya mengalahkan India. 37 persen bayi kita kerdil artinya 9 juta anak cenderung kerdil. Jadi generasi prodiktivitas harus menurunkan angka stunting, ini masalah keluarga, masalah pribadi, masalah negara, masalah bersama dan maslah masa depan bangsa,” ucap Wakil Presiden.

“Kita ga hanya berbicara hari ini tapi 20-30 masa mendatang. Kampanye sudah jelas memberikan semangat ibu-ibu di desa dan kampung untuk mengingatkan ASI, anak sekolah diberikan makanan lebih sehat dengan memakai prinsip isi piringku. Agar masa depan Indonesia tidak mengalami masalah kehidupan tidak maju akibat terhambatnya produktivitas anak,” paparnya.

Juga hadir Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegero, dan Menristekdikti Mohamad Nasir pada pembukaan.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek , Menteri Pertanian Arman Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Sosial Idrus Marham sebagai pembicara kunci.(L/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)