Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yahudi Ortodoks Demo Tolak Wajib Militer

Zaenal Muttaqin - Jumat, 9 Maret 2018 - 21:42 WIB

Jumat, 9 Maret 2018 - 21:42 WIB

141 Views

Orang-orang Yahudi ortodoks melakukan demonstrasi menentang undang-undang wajib militer (Foto: Safa)

yahudi-demo-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /> Orang-orang Yahudi ortodoks melakukan demonstrasi menentang undang-undang wajib militer (Foto: File/Safa)

Al-Quds, MINA – Ratusan orang Yahudi ultra-Ortodoks berdemonstrasi di Yerusalem, Kamis (8/3), memprotes undang-undang wajib militer.

Demontrasi yang digelar pada waktu malam hari itu menutup jalan utama, yang mendorong polisi Israel terlibat berntrokan dengan para demonstran.

“Demonstran memblokir jalan yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, sebelum polisi membubarkan mereka dan membuka kembali arteri lalu lintas yang vital,” sebuah pernyataan menyebutkan, seperti dilaporkan Safa yang dikutip MINA.

Demonstrasi tersebut terjadi pada hari setelah penangkapan seorang militan muda Yahudi yang sebelumnya tidak memenuhi panggilan pemerintah Israel, dan meminta pembebasan untuk didaftarkan dalam wajib militer.

Baca Juga: Hamas: Palestina Harus Bersatu untuk Pertahankan Tepi Barat

Orang-orang Yahudi yang religius telah melakukan serangkaian demonstrasi baru-baru ini karena penangkapan militan muda yang dituduh menghindari dinas militer.

Rekrutmen dikenakan pada kebanyakan orang Yahudi Israel pada usia 18 untuk mengikuti wajib militer selama 2,8 tahun untuk kaum pria, selama dua tahun untuk kaum wanita.

Pihak berwenang Israel membebaskan orang-orang Yahudi Ortodoks dari dinas militer jika mereka melanjutkan studi agama, tapi setelah mengajukan pembebasan wajib militer.

Tetapi banyak siswa bersikap keras bahkan menolak mengajukan permohonan militer untuk mendapatkan pembebasan tersebut.

Baca Juga: Hamas Lepas Delapan Sandera, 110 Tahanan Palestina Bebas dari Penjara Israel

September lalu, Mahkamah Agung Israel membatalkan pembebasan siswa Yahudi Orthodoks dari dinas keagamaan dari tentara Israel, tapi menunda pelaksanaannya selama setahun, yang memungkinkan pemerintah untuk memperkenalkan sebuah undang-undang baru.

Orang Yahudi ortodoks jumlahnya sekitar 10% dari jumlah keseluruhan orang Israel. (T/B05/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sebanyak 43 Jenazah Ditemukan di Gaza dalam 24 Jam Terakhir

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Internasional
Asia