Yahudi yang Ketar-Ketir

Ilustrasi: tentara Israel meratapi kematian rekannya. (Foto: dok. World Bulletin)

Oleh Rudi Hendrik, jurnalis MINA

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٲوَةً۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ‌ۖ

Artinya, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik….” (QS. Al-Maidah [5] ayat 82).

Seluruh umat Islam dunia harus sepakat bahwa penjahat nomor satu di dunia ini adalah komunitas yang bernama Yahudi. Sebab, Allah Yang Maha Pencipta telah mengklaim kelompok tersebut sebagai penjahatnya dunia.

Dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 82 Allah menyebutkan orang Yahudi dan musyrik adalah yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman. Di dalam hadits pun disebutkan bahwa musuh hingga akhir zaman bagi Muslimin adalah Yahudi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّـى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّـى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ! يَا عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ، فَاقْتُلْهُ، إِلاَّ الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ.

Artinya, “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi dan membunuh mereka sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, kemudian batu dan pohon berkata, ‘Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Orang Yahudi ini di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia!’ kecuali gharqad, karena ia adalah pohon orang Yahudi.” (Shahih Bukhari).

Meski Yahudi tersebar di seluruh dunia, tapi simbol centralisasi mereka terwujud dalam bentuk negeri penjajahan di bumi Palestina dengan nama “Israel”.

Di bawah kesaksian mata seluruh masyarakat dunia, pemerintahan penjahat itu membunuh bangsa Palestina, mencaplok tanahnya, menghancurkan rumah-rumahnya dan mengusir penduduk pribumi dari negerinya. Yang lebih jahat lagi, mereka kini mengangkangi Al-Quds yang di dalamnya ada Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam.

Semua kejahatan Yahudi itu terjadi dengan bebas selama puluhan tahun sejak 1948 di bawah kesaksian mata dunia internasional. Bahkan sejumlah pemikiran sepakat bahwa di Israel inilah pusat dari sumber kejahatan yang terjadi di seluruh dunia.

Seiring kejahatan Yahudi yang tak terhitung di Negeri Para Nabi, seiring waktu kekuatan umat Islam pun terpupuk bersiap untuk konfrontasi perang adu nyawa.

Meski Israel terus dengan leluasa membumikan kejahatannya terhadap bangsa dan Muslim Palestina, tapi kini mereka harus dilanda rasa “ketar-ketir” terhadap ancaman kekuatan musuh yang mengepung.

Meski Israel memiliki militer yang kuat dan sistem pertahanan canggih, tapi diketahui bahwa ternyata bangsa Yahudi, terutama yang bermukim di Israel, memiliki tingkat ketakutan yang tinggi. Tingginya tingkat ketakutan bangsa Yahudi terungkap ketika perang terjadi, terutama pada perang 2014 di Jalur Gaza.

Pada perang dengan Hamas tersebut, betapa terkejut dan syoknya warga Yahudi karena rudal-rudal Hamas mampu menjangkau kota-kota jauh di Israel. Bahkan pasukan Israel dikabarkan memakai popok karena begitu takutnya keluar dari tank bajanya selama pertempuran. Ribuan roket Hamas diluncurkan di waktu itu melawan Israel.

Kini Hamas masih menjadi ancaman besar bagi Israel, karena gudang rudal para pejuang Palestina itu kian maju dan besar.

Jika sda Hamas di selatan Israel, maka ada Hizbullah Lebanon di perbatasan utara. Israel memiliki pengalaman buruk dengan Hizbullah saat perang tahun 2006. Meski jumlah korban lebih banyak di pihak Lebanon mencapai 1.200 orang, tapi Israel kehilangan banyak tentaranya dalam perang tersebut.

Kemampuan persenjataan Hizbullah yang terus berkembang membuat kelompok ini menjadi ancaman serius bagi Israel. Hizbullah sekarang diyakini memiliki lebih dari 100.000 roket dan rudal yang mampu menyerang hampir di mana saja wilayah Israel.

Ancaman serius dari Hizbullah jika perang pecah, membuat Amerika Serikat harus turun tangan untuk meredakan ketegangan antara Lebanon dan Israel yang akhir-akhir ini bersengketa masalah kepemilikan zona minyak dan gas.

Asisten Pelaksana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat David Satterfield tiba menemui Menteri Luar Negeri Lebanon Jebran Bassil di Beirut pada akhir Februari lalu. Ia bertindak sebagai perantara untuk mendinginkan senketa Lebanon-Israel.

Bukan hanya Hizbullah yang siap perang kapan saja dengan Israel, militer Lebanon pun dengan tegas menyatakan siap konfrontasi kapan saja dengan militer Israel di perbatasan.

Panglima Angkatan Darat Lebanon Jenderal Joseph Aoun pada awal Maret mengumumkan, tentaranya selalu siap di perbatasan selatan untuk menghadapi agresi militer Israel atau upaya yang mengganggu wilayah-wilayah perbatasan teritorial dan maritim.

Brigade Izzuddin Al-Qassam berdiri di dekat rudal. (Foto: Abed Rahim Khateb/Flash90)

Perang dengan Lebanon adalah mimpi buruk bagi Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett. Menurutnya, jika perang baru terjadi dengan Lebanon, mereka akan menyaksikan rudal-rudal dan roket Lebanon memberikan kerusakan serius di front domestik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Termasuk bahwa rudal-rudal Hizbullah akan dengan mudah menargetkan ladang gas Tamar dan Leviathan milik Israel.

Selain Hamas di Jalur Gaza dan Hizbullah di Lebanon, Israel juga sangat menakuti Iran sebagai musuh utama. Selain mengembangkan rudal jarak jauh yang katanya bisa menjangkau Israel, Iran pun telah membangun basis militernya di Suriah, negara yang berbatasan langsung dengan Israel. Terlebih Iran adalah pendukung utama Hizbullah.

Selain Iran yang memanfaatkan konflik Suriah untuk menempatkan militernya lebih dekat ke perbatasan Israel, Hizbullah sebagai sekutu utama Presiden Bashar Al-Assad juga menyebar militernya di wilayah Suriah.

Meski belum terjadi serangan rudal serentak ke Israel dari Jalur Gaza, Lebanon, Suriah dan Iran, jauh-jauh hari militer Israel telah menyiapkan segala kemungkinannya. Militer Israel pun menggandeng militer Amerika Serikat dalam latihan gabungan besar-besaran di wilayah Israel selama lima hari.

Sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dan Israel berlatih bersama dalam latihan gabungan dua tahunan yang bernama “Juniper Cobra”, untuk menghadapi skenario serangan rudal.

Israel telah menjadikan pertahanan rudal sebagai prioritas sejak pemimpin Irak Saddam Hussein membombardir negeri tersebut dengan 39 rudal Scud selama Perang Teluk 1991.

Untuk mencegah Hamas, Hizbullah, Suriah, dan Iran terus menjadi ancaman bagi kedamaian warga Yahudi di Israel, maka para pemimpin Yahudi tidak henti-hentinya melabel musuh-musuhnya dengan cap “teroris”, agar dunia menjadi musuh bersama mereka.

Tak hanya itu, untuk menguatkan posisinya, Israel terus berupaya melakukan normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab sekitar dan menjadikan Hamas, Hizbullah, Suriah dan Iran sebagai musuh bersama.

Meski dilindungi dengan persenjataan militer yang super canggih dan dukungan politik dunia yang kuat, pada akhirnya, musuh dunia bernama Yahudi itu akan dihinggapi rasa ketakutan yang berkepanjangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman,

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Artinya, “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.” (QS. Ali Imran [3] ayat 151). (A/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)