Batam, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur menyatakan, syariat hijrah merupakan kebiasaan para nabi dan rasul.
“Hijrah merupakan syariat dan kebiasaan para nabi dan rasul, bahkan sejak Nabi Ibrahim Alaihissalam,” katanya dalam tausiyah pada Tablig Akbar yang diadakan Jama’ah Muslimin di Masjid Al-Ikhlas Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Ahad (1/9).
Imaam yang menjadi pembicara utama dalam tabligh tersebut menjelaskan hubungan hijrah dengan perjuangan pembebasan Palestina. “Palestina ada dan berkembang hingga saat ini merupakah buah dari perjuangan dan hijrahnya Nabi Ibrahim,” jelasnya.
“Jadi, hijrah merupakan syariat mulia, dilakukan oleh para nabi, bukan hanya Nabi Muhammad saja,” lanjutnya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jalan Mendaki Menuju Ridha Ilahi
Menurut Imaam Yakhsya, dalam surah Al-Hajj ayat 22, hijrah sangat erat kaitannya dengan jihad.
“Jihad adalah memgeluarkan segenap kemampuan hingga maksimal, tidak bersisa. Jika belum maksimal itu namanya belum jihad yang sempurna,” tambahnya.
Saat ini, jihad mengalami distorsi pengertian, hanya diartikan perang saja. Hal itu tidak benar.
“Ummat Islam adalah umat yang tidak suka perang dan permusuhan. Tetapi justru Islam sangat menganjurkan perdamaian,” jelasnya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Akhir Kehancuran Negara Zionis
Tablig akbar di Batam mengambil tema “Merajut Ukhuwah Dalam Momentum Hijrah Sebagai Upaya Pembebasan Masjid Al-Aqsa”, juga menghadirkan para pembicara diantaranya Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia HE Taher Hammad, Ketua AWG Malaysia Luai Abu Sweireh dan ulama Melayu Ustaz Makmun Shaleh. (L/P2/RI-1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Khutbah Jumat: Memberantas Miras Menurut Syariat Islam