Yaman Desak PBB Selamatkan Nyawa Lebih dari 5.000 Pasien Gagal Ginjal

(Foto: Xinhua)

Sanaa, MINA – Kementerian Kesehatan Yaman pimpinan kelompok Houthi telah meminta PBB untuk segera campur tangan dan menyelamatkan nyawa lebih dari 5.000 pasien gagal ginjal di negara yang dilanda perang itu, karena fasilitas kesehatan menghadapi kekurangan pasokan dan obat-obatan penting untuk merawat pasien dengan benar.

Kementerian mengumumkan dalam sebuah pernyataan Sabtu (26/11) bahwa koalisi pimpinan Saudi tidak mengizinkan masuknya obat-obatan dan peralatan rumah sakit yang diperlukan untuk pasien yang menderita gagal ginjal di Yaman, Press TV melaporkan.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa fasilitas kesehatan kekurangan obat-obatan dan pasokan medis yang diperlukan. Akses terbatas ke sesi dialisis dan perawatan, membuat nyawa pasien gagal ginjal yang rentan berisiko tinggi.

Baca Juga:  UNRWA Peringatkan Risiko Kesehatan dan Kerusakan Lingkungan di Gaza

Kementerian Kesehatan Yaman juga menyatakan harapan bahwa lembaga internasional dan kemanusiaan akan memenuhi tugas mereka terhadap pasien Yaman.

Utusan PBB memperingatkan krisis yang memburuk di Yaman, mendesak pembaruan gencatan senjata.

Juru Bicara Kementerian, Dr. Anis Al-Asahi, juga mencatat bahwa operasi dan blokade militer yang dipimpin oleh Riyadh telah mencegah pasien dialisis di Yaman mendapatkan sesi reguler.

Pemerintah Keselamatan Nasional yang berbasis di Sanaa awalnya memberikan layanan perawatan kesehatan kepada pasien yang menderita gagal ginjal. Belakangan, pasien mendapatkan perawatan cuci darah di rumah sakit yang dikelola lembaga internasional. Kegiatan mereka, menurut Asbahi, sangat terkendala akibat konflik yang berkepanjangan.

Asbahi juga menyerukan pencabutan blokade yang dipimpin Saudi dan pembukaan jalur udara, laut, dan darat, terutama Bandara Internasional Sanaa, untuk semua penerbangan komersial dan internasional serta bantuan kemanusiaan, terutama untuk pengiriman obat-obatan dan pasokan medis. (T/RI-1/P1)

Baca Juga:  Empat Tentara Israel Tewas Tertimpa Bangunan di Rafah

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf