Yang Kadang Orang Sering Lupa, Adab Bergaul Sesama Muslim

Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

dengan siapapun terlebih lagi dengan seorang muslim, maka sejatinya harus memperhatikan bergaul. Dengan adab bergaul yang baik itulah seseorang akan dikumpulkan bersama teman-temannya kelak di akhirat.

Adab yang baik menjadi penting untuk diperhatikan dan dipakai bagi seorang muslim dalam bergaul denganย  manusia, terlebih teman bergaulnya itu adalah seorang muslim juga.

Di akhirat nanti, orang-orang yang akrab dulu saat mereka di dunia, kelak akan menjadi musuh satu dengan yang lainnya, kecuali persaudaraan dan pertemananya dulu di dunia didasari iman dan takwa. Allah Taโ€™ala berfirman,

ย ุงู„ู’ุฃูŽุฎูู„ู‘ูŽุงุก ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ู„ูุจูŽุนู’ุถู ุนูŽุฏููˆู‘ูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ

โ€œTeman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.โ€ (Qs. Az-Zukhrufย  : 67).

Rasulullah SAW bersabda,

ย ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ู ุฎูŽู„ููŠู„ูู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงู„ูู„ู’. (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: โ€œSeseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.โ€ (HR. Ahmad (no.8065), at-Tirmidzi (no.2387), ia berkata : Hadits ini Hasan Shahih. Dan Abu Dawud (no.4833), Syaikh al-Albani berkata : Hasan)).

Berikut ini adalah beberapa adab bergaul terhadap sesama muslim yang kadang sudah dilupakan oleh sebagian orang. Padahal, dengan mengedepankan adab-adab yang baik inilah kelak seseorang akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.

Pertama, memilih teman bergaul dan teman duduk. Maknanya, seseorang itu tergantung kebiasaan temannya, tingkah laku dan juga gaya hidupnya, maka hendaklah ia memperhatikan dan meneliti dengan siapa ia berteman. Siapa yang agama dan akhlaqnya diridhai maka hendaklah ia berteman dengannya, dan jika tidak maka hendaklah ia menjauhinya, karena tabiat itu adalah sesuatu yang dicuri (diambil) dari orang lain. Demikian yang disebut dalam kitab โ€˜Aunul Maโ€™bud.(Syarh Sunan Abi Dawud (jilid VII (XIII/123))).

Diriwayatkan :

ย ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ู‡ูŽูŠู’ุซูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽุง ุชูŽุตู’ุญูŽุจู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ูŽูƒูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุชูŽู‚ููŠู‘ูŒ. (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Abu Saโ€™id Al Khudri ra โ€“ ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: โ€œJanganlah engkau bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali seorang yang bertakwa.โ€ (HR. Ahmad (no.10909), at-Tirmidzi (no.2395), Abu Dawud (no.4832), Syaikh al-Albani berkata : Hasan)).

Teman dekat dan teman duduk yang berakhlaq jelek menimbulkan bahaya yang nyata dan tidak bisa dihindari, bagaimana pun cara menjaganya, berdasarkan nash dari sabda Nabi,

ย ๏ทบ : ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู…ููˆุณูŽู‰ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ููŠุณู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูˆู’ุกู ูƒูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ููŽุญูŽุงู…ูู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ูƒู ุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฐููŠูŽูƒูŽ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจู’ุชูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑููŠุญู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ูˆูŽู†ูŽุงููุฎู ุงู„ู’ูƒููŠุฑู ุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุญู’ุฑูู‚ูŽ ุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ูˆูŽุฅูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌูุฏูŽ ุฑููŠุญู‹ุง ุฎูŽุจููŠุซูŽุฉู‹. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Musa ra, dari Nabi SAW beliau bersabda: โ€œPerumpamaan teman yang shalih dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi, bisa jadi penjual minyak wangi itu akan menghadiahkan kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wanginya sedangkan pandai besi hanya akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan bau tidak sedapnya.โ€ (HR. Al-Bukhari (no. 5108), Muslim (no. 2628), Ahmad (no. 19163)).

Kedua, cintai karena Allah. Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dia berkata; Rasulullah SAW bersabda:

ย ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆู†ูŽ ุจูุฌูŽู„ูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุธูู„ู‘ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ููŠ. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

โ€œSesungguhnya Allah Taโ€™ala berfirman pada hari kiamat kelak: โ€œMana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini kunaungi mereka, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.โ€ (HR. Muslim (no.4655), Ahmad (no.7190), Malik (no.1776)).

Dalam hadis lain, Nabi SAW menyebutkan, :

ย ุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงุฐู ุจู’ู†ู ุฌูŽุจูŽู„ู ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽุจูŽุชู’ ู…ูŽุญูŽุจู‘ูŽุชููŠ ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽุญูŽุงุจู‘ููŠู†ูŽ ูููŠู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽุฌูŽุงู„ูุณููŠู†ูŽ ูููŠู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽุฒูŽุงูˆูุฑููŠู†ูŽ ูููŠู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽุจูŽุงุฐูู„ููŠู†ูŽ ูููŠู‘ูŽ. (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Muโ€™adz bin Jabal, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ย โ€œAllah SWT berfirman, โ€˜Wajiblah cintaKu bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang saling berteman karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku dan orang-orang yang saling berkorban karena Akuโ€™. (HR. Ahmad (no.21021) dan hadits ini berdasarkan lafazh beliau, Malik (no.1779), Ibnu โ€˜Abdil Barr berkata: Dalam hadits ini menerangkan pertemuan Abu Idris al-Kahulani kepada Muโ€™adz bin Jabal, dan Abu Idris mendengar langsung darinya, dan sanad-sanadnya Shahih. (At-Tamhid (XXI/125)).

Ketiga, menampakkan senyum, bersikap lembut dan berkasih sayang kepada sesama saudara seiman. Diriwayatkan dari Abu Dzar dia berkata, Nabi SAW berkata kepadaku:

ย ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฐูŽุฑู‘ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุญู’ู‚ูุฑูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ู’ู‚ูŽู‰ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุจููˆูŽุฌู’ู‡ู ุทูŽู„ู’ู‚ู. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

โ€œJanganlah kamu menganggap remeh sedikitpun terhadap kebaikan, walaupun kamu hanya bermanis muka kepada saudaramu (sesama muslim) ketika bertemu.โ€ (HR. Muslim (no.4760), dan at-Tirmidzi (no.1833)).

Dan dalam riwayat Jabir beliau bersabda :

ย ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู„ู’ู‚ูŽู‰ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุจููˆูŽุฌู’ู‡ู ุทูŽู„ู’ู‚ูโ€ฆ (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

Dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah SAW bersabda: โ€œSetiap yang baik adalah sedekah, dan di antara kebaikan adalah kamu bertemu saudaramu dengan wajah ceria,โ€ฆ(HR. Ahmad (no.14182), dan at-Tirmidzi (no.1970) dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih)).

Sikap lemah lembut, ramah dan kasih sayang, termasuk hal-hal yang beisa menguatkan ikatan diantara saudara, dan memperdalam hubungan diantara mereka. Maka Allah menyukai sikap lemah lembut dalam segala urusan. (HR. Al-Bukhari dari โ€˜Aisyah (no.6024), Muslim (no.2165), Ahmad (no.23570), at-Tirmidzi (no.2701), dan ad-Darimi (no.2794)

Keempat, disunnahkan memberi nasihat dan hal itu termasuk kesempurnaan persaudaraan. Nasihat adalah tuntutan syarโ€™i yang dianjurkan oleh pembuat syariat. Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata,

ย ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฑููŠุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽุงูŠูŽุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุตู’ุญู ู„ููƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ู. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

โ€œAku telah membaiโ€™at Rasulullah SAW untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati kepada setiap muslim.โ€ (HR. Al-Bukhari (no.55), Muslim (no.56), Ahmad (no.18760), at-Tirmidzi (no.1925), an-Nasaโ€™i (no.4175), dan ad-Darimi (no.2540)).

Dalam riwayat yang lain disebutkan,

ย ุนูŽู†ู’ ุชูŽู…ููŠู…ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุตููŠุญูŽุฉู ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ููƒูุชูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽู„ูุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽู„ูุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽุนูŽุงู…ู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Tamim ad-Dari bahwa Nabi SAW bersabda: โ€œAgama itu adalah nasihat.โ€ Kami bertanya, โ€œNasihat untuk siapa?โ€ Beliau menjawab, โ€œUntuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta kaum awam mereka.โ€ (HR. Muslim (no.82), Ahmad (no.16493), an-Nasaโ€™i (no.4197), dan Abu Dawud (no.4944)).

Kelima, sesama saudara harus saling merendah, tidak sombong atau meremehkan yang lain. Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar Al Mujasyiโ€™i, ia berkata, Rasulullah SAW berdiri berkhutbah pada suatu hari ditengah-tengah kami lalu beliau bersabda:

ย ุนูŽู†ู’ ุนููŠูŽุงุถู ุจู’ู†ู ุญูู…ูŽุงุฑู ุงู„ู’ู…ูุฌูŽุงุดูุนููŠู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽโ€ฆ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฃูŽูˆู’ุญูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูˆูŽุงุถูŽุนููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู„ูŽุง ูŠูŽูู’ุฎูŽุฑูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏู.. . (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

โ€œSesungguhnya Allah memerintahkankuโ€ ia menyebut hadits seperti hadits Hisyam dari Qadatah, dalam haditsnya ia menambah: โ€œDan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku lalim pada yang lain.โ€ (HR. Muslim (no.5109), kitab al-Jannah wa Shifatu naโ€™imiha wa Ahliha, dan lafazh ini menurut riwayatnya, Abu Dawud (no.4685), dan Ibnu Majah (no.4179)).

Sebaliknya, meremehkan orang lain adalah sombong, dan sombong adalah jalan menuju kezhaliman, permusuhan dan kejahatan. Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda:

ย ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽุตูŽุชู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุจูุนูŽูู’ูˆู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุนูุฒู‘ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽูˆูŽุงุถูŽุนูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽููŽุนูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

โ€œSedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri (tawaduโ€™) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.โ€ (HR. Muslim (no.4689), Ahmad (no.8782), at-Tirmidzi (no.2029), Malik (no.1885) dan ad-Darimi (no.1676)).

Meski jaman kian modern, fitnah datang silih berganti, fenomena kemaksiatan terjadi di mana-mana, semoga saja Allah Taโ€™ala masih membimbing dan memberikan kita kekuatan untuk mengedepankan dalam bergaul kepada saudara sesama muslim khususnya dan non muslim umumnya.(A/RS3/P1)

 

Miโ€™raj News Agency (MINA)