YARSI GELAR SEMINAR INTERNASIONAL TENTANG PRODUK HALAL

Logo Universitas Yarsi. (Foto: Kopertais)
Logo Universitas Yarsi. (Foto: Kopertais)

Jakarta, 22 Shafar 1436/15 Desember 2014 (MINA) – Sebagai lembaga kajian akademik yang memfokuskan diri pada kajian halal, Universitas Yarsi mengadakan Seminar Internasional “Sains Dan Teknologi di Alam Melayu 4” (SALAM 4).

SALAM 4 yang mengambil tema “Produk Halal dalam Sudut Pandang Islam” itu digelar di Auditorium Ar-Rahim, Universitas Yarsi Jakarta, 15-17 Desember 2014 dan menghadirkan pembicara serantau. Di antaranya Mulyarini R. Hilwan (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia/LPPOM MUI); Russly Abdul Rahman (Universitas Putra Malaysia/UPM); Nazri Musli (Universitas Kebangsaan Malaysia/UKM); Chamad A. Edres (Komisi Nasional untuk Muslim Filipina); Van Mohamad Raoyany (Asosiasi Islam Kamboja); Mohammed Omar (Lembaga Sertifikasi Halal Vietnam), Panat Nontawanich (Universitas Fatoni Thailand), dan sebagainya.

Ketua Panitia seminar, Zwasta Pribadi Mahardhika, mengatakan, Seminar internasional tersebut yang telah berlangsung selama tiga kali, sudah membantu membuka pikiran para peneliti dan pengamat ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan itu.

Pengurus Pusat Pendidikan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi itu juga mengatakan, seminar diatur untuk membahas sosial dan budaya orang Melayu, yang sebagian besar adalah muslim, serta dalam kehidupan sehari-hari mereka diwajibkan untuk menggunakan produk -barang atau jasa- halal, termasuk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik.

“Dibutuhkan proses yang panjang suatu produk untuk mencapai sertifikasi dan jaminan kualitas halal. SALAM 4 adalah kelanjutan dari seminar sebelumnya yang bertujuan untuk memperkuat dan menegaskan karakteristik Melayu dalam menggunakan produk halal,” tutur Zwasta.

Selain itu, SALAM 4 juga bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan produk halal saat ini, mengidentifikasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memproduksi produk-produk halal, yang relevan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan produk-produk halal yang relevan dengan era globalisasi.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Lebih dari tiga dekade, pasar makanan halal telah meningkat secara dramatis, terutama di negara-negara Muslim terbesar. Diperkirakan jumlah Muslim di dunia adalah lebih dari 1,8 miliar orang, dan perdagangan produk halal adalah sekitar 150 miliar dolar/tahun. Banyak negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara telah didominasi oleh penduduk Muslim.(L/P002/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0