Yassine Hammoud: Tidak Sebutir Debu Palestina-pun Akan Diserahkan pada Kesepakatan

Beirut, MINA –  Direktur Jendral Yayasan Internasional Yerusalem, Yassin Hammoud, menegaskan bahwa tidak sebutir debu dan sejengkal tanahpun di Palestina diserahkan pada Kesepakatan Abad Ini,

Hammoud menyatakan hal ini dalam pertemuan solidaritas yang diselenggarakan oleh kampanye sipil untuk mendukung Palestina dan masalah-masalah bangsa, bersama imam Masjidil Aqsa Syaikh Ikrima Sabri di ibukota Lebanon, Beirut, Selasa (28/1).

“Kesepakatan memalukan itu tidak akan dibiarkan begitu saja, dan rakyat Palestina tidak akan menyerahkan tanah airnya. Bangsa pun harus memikul tanggung jawabnya dalam melindungi Palestina, kesuciannya dan para ulamanya,” lanjut Hammoud, seperti disebutkan Al-Quds Online.

Menurutnya kesepakatan sepihak tersebut tidak lain adalah upaya Trump untuk menyelamatkan dirinya dan menyelamatkan Netanyahu temannya.

Ia juga mendesak Otoritas Palestina untuk menghentikan semua bentuk koordinasi keamanan dengan Israel dan membiarkan massa di Tepi Barat, sehingga itu akan menjadi awal dari intifada berikutnya.

“Kami juga mendesak antara Otoritas Palestina dan semua faksi Palestina untuk memperkuat persatuan dan pembagian program terpadu untuk menghadapi kesepakatan abad ini,” ujarnya.

Hammoud melanjutkan, kaum Muslimin terutama ulama dunia Islam, harus menunjukkan solidaritas kuatnya terhadap imam dan khatib Masjidil Aqsa Syaikh Ikrimah Sabri, yang menghadapi larangan empat bulan memasuki masjid itu.

Posisi pimpinan agama dan politisi memiliki dampak besar dalam menentang keputusan pendudukan, imbuhnya.

Hammoud meminta massa di Yerusalem untuk berkumpul di sekitar Shyaikh Sabri, berbaris bersamanya pada hari Jumat lusa, dan mengawalnya dari rumahnya ke Masjidil Aqsa dan bersikeras bahwa dia berhal memasukinya.

Hammoud juga menyerukan kepada pemerintah Yordania untuk segera melakukan intervensi di forum-forum internasional untuk menghentikan pelanggaran pendudukan tempat-tempat suci dan simbol-simbol Islam di Yerusalem. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)