Yayasan Shireen Abu Akleh Dibuka, Tawarkan Beasiswa Mahasiswa Jurnalistik

(Sumber: Wafa)

Ramallah, MINA – Keluarga Shireen Abu Akleh mengumumkan dibukanya sebuah yayasan baru untuk menghormati warisan jurnalisme pada peringatan dua tahun terbunuhnya wartawan senior Al Jazeera itu oleh pasukan Israel, dengan menawarkan beasiswa bagi mahasiswa jurnalistik dunia.

Sebagaimana dikonfirmasi oleh Lina Abu Akleh, keponakan reporter yang terbunuh, dilaporkan Wafa pada Ahad (12/5), yayasan Shireen Abu Akleh Foundation secara resmi diluncurkan saat warga Palestina mengenang mendiang jurnalis berkewarganegaraa Palestina-Amerika Serikat yang ikonik tersebut.

“Keluarga kami mendirikan Shireen Abu Akleh Foundation untuk menghormati warisannya,” kata aktivis berusia 27 tahun itu dalam sebuah unggahan di X.

Lina Abu Akleh menjelaskan, dukungan berbagai pihak pada yayasan tersebut akan digunakan untuk membantu membangun generasi jurnalis berikutnya di seluruh dunia.

Baca Juga:  Fadli Zon Kecam Israel Hancurkan Akses Air Bersih di Gaza

“Saat kita memperingati dua tahun sejak pembunuhan #ShireenAbuAkleh, keluarganya mendirikan sebuah yayasan untuk melestarikan warisannya. Yayasan ini bertujuan untuk membantu jurnalis masa depan secara global melalui penawaran beasiswa. Bergabunglah dengan kami dalam gerakan ini; dukungan Anda dapat membentuk masa depan jurnalisme,” kata akun X resmi Yayasan.

Yayasan ini bertujuan untuk mengumpulkan 10 beasiswa setiap tahun bagi mahasiswa jurnalistik di universitas-universitas ternama.

Abu Akleh lahir di Yerusalem pada tahun 1971 dan memiliki gelar jurnalistik dari Universitas Yarmouk di Yordania. Setelah lulus, ia kembali ke Palestina untuk bekerja di bidangnya dan bergabung dengan Al Jazeera pada tahun 1997.

Pada 11 Mei 2022, Abu Akleh terbunuh pagi ini dalam serangan tentara Israel di kota Jenin, Tepi Barat utara.

Baca Juga:  Negara Bagian Victoria Australia Larang Penggunaan Keffiyeh Palestina di Parlemen

Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan Abu Akleh tertembus peluru tajam di bagian kepala. Dia dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal.

Dia adalah salah satu tokoh yang paling dikenal di kalangan koresponden Al Jazeera.

Arti penting Abu Akleh berasal dari fakta bahwa dia adalah salah satu wanita paling berpengaruh, terkemuka, dan pekerja keras di bidang jurnalisme dan media di Palestina yang bekerja selama lebih dari 25 tahun untuk Al Jazeera, yang meliput konflik Palestina-Israel. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Rudi Hendrik