Yordania Desak Israel Bebaskan Dua Warganya yang Ditahan

Amman, MINA – Pemerintah Yordania mendesak Israel untuk membebaskan dua warganya yang ditahan saat memasuki Tepi Barat yang diduduki, lapor Haaretz.

Menurut surat kabar itu, Kementerian Luar Negeri Yordania “menyampaikan keberatan resmi kepada Duta Besar Israel di Amman pada hari Ahad (6/10)”.

Kedua warga diidentifikasi sebagai Heba Abdel-Baqi Al-Labadi dan Abdurrahman Marei, keduanya dilaporkan ditangkap di jembatan Allenby dalam perjalanan mereka ke Tepi Barat.

Juru bicara Kemenlu Yordania Sufian Qudah mengatakan, Kedubes Yordania di Tel Aviv telah meminta dua orang itu dibebaskan. Lapor MEMO.

Menurut Haaretz, “Abdel-Baqi, seorang warga negara Yordania yang juga memegang kartu identitas Palestina, diduga melakukan kontak dengan agen asing dan mendukung terorisme”.

Dia ditahan pada 20 Agustus dalam perjalanan ke pernikahan seorang kerabat di Jenin dengan ibu dan bibinya.

Pengacara Abdel-Baqi, Raslan Mahajna, mengatakan kliennya dicurigai bertemu dengan orang-orang yang diidentifikasi dengan Hizbullah selama perjalanan ke Beirut.

Namun, pengacara itu mengatakan, Abdel-Baqi hanya bertemu sekali dengan seorang penyiar dari stasiun radio milik Hizbullah, ketika mengunjungi saudara perempuannya di Beirut.

“Dia diinterogasi secara intensif selama 35 hari, dan pada akhirnya, tidak ada dasar untuk mendakwanya, jadi dia didakwa dengan perintah penahanan administratif,” kata Mahajna.

“Dia melakukan mogok makan selama 13 hari, karena dalam pandangannya, ini adalah penangkapan sewenang-wenang yang tidak dapat dibenarkan,” lanjutnya.

Keluarga Abdel-Baqi telah meminta Pemerintah Yordania untuk campur tangan dalam kasusnya, mencatat bahwa dia tidak pernah terlibat dalam “terorisme”, dan sebenarnya bekerja sebagai pegawai bank di Uni Emirat Arab sampai beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu, Marei ditangkap pada 2 September saat dalam perjalanan ke sebuah pernikahan di Nablus.

“Ibunya diberitahu bahwa dia ditahan untuk diinterogasi selama beberapa hari, dan dia telah ditahan sejak itu. Keluarganya belum diberi tahu alasan penahanannya, ” laporan Haaretz, dan menambahkan bahwa” kerabatnya mengatakan dia menderita kanker, dan mereka khawatir kondisi kesehatannya akan memburuk di dalam tahanan.” (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)