Yordania Desak Israel Berhenti Blokir Kompleks Masjid Al-Aqsa

Amman, MINA – Pemerintah mendesak Israel untuk berhenti memblokir pekerjaan renovasi di kompleks di Al-Quds (Yerusalem), situs tersuci ketiga dalam Islam, Senin (25/1).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Daifallah Alfayez mengatakan, dia telah mengirimkan “nota protes” yang menuntut Israel “menahan diri dari pelanggaran dan provokasi semacam itu, dan menghormati mandat Yordania dalam mengelola tempat-tempat suci Muslim.”

Namun, belum ada tanggapan segera dari Israel, Nahar Net melaporkan.

Di bawah kesepakatan perdamaian 1994, Israel mengakui pengawasan Yordania atas situs-situs suci Muslim di Yerusalem timur, sektor Palestina di kota yang diduduki dan dianeksasi oleh Israel sejak 1967.

Dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, atau Tempat Suci, dan sebagai Temple Mount oleh orang Yahudi, kompleks ini tempat berdirinya Kubah Shakhrah dan Masjid Al-Aqsa.

Yordania mengatakan bahwa telah menghentikan pekerjaan restorasi di Kubah Shakhrah.

Yordania menekankan bahwa Waqf, otoritas wakaf Islam, adalah satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pemeliharaan Al-Aqsa.

Pada hari Ahad (24/1), Waqf menuduh polisi Israel memblokir “semua proyek rekonstruksi di kompleks”, termasuk menghentikan pasokan bangunan dan “masuknya bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk pemeliharaan.”

Waqf mengatakan, tim pemeliharaan “tidak dapat memelihara atau memperbaiki fasilitas paling dasar dari masjid dan para pegawainya terkena tuntutan, ancaman penangkapan dan pengusiran.”

Pada hari Sabtu, Waqf mengatakan, polisi menghentikan pekerjaan dengan “memfotokopi kartu identitas pekerja dan teknisi, mencegah mereka bekerja dan mengancam mereka dengan penangkapan jika pekerjaan berlanjut.” (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)