Yordania  Minta Otoritas Pendudukan Berhenti Rusak Identitas Yerusalem

Amman, MINA – Pemerintah Yordania pada Ahad malam (28/6), meminta pendudukan Israel untuk berhenti merusak identitas dan mengubah karakter kota tua Yerusalem.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Dhaifallah al-Fayez mengatakan, negaranya “menolak semua tindakan sepihak Israel di Yerusalem Timur yang diduduki di Kota Tua dan di sekitar Masjid Al-Aqsa yang diberkati.”

“Pendudukan Israel harus mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional, ujar al-Fayez, seperti dilaporkan Quds Press.

Juru bicara Kemenlu Yordania juga mengecam keputusan Israel untuk membangun lift yang menghubungkan bagian-bagian Kota Tua di Yerusalem dengan tembok Al-Buraq yang bersebelahan dengan Masjid Al-Aqsa.

“Proyek pembangunan lift akan mengubah sifat kota tua dan identitas Arabnya dan melanggar hukum internasional dan keputusan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB UNESCO,” lanjutnya.

Al-Fayez mengindikasikan bahwa pemerintahnya akan bertindak dalam koordinasi dengan Palestina dan UNESCO untuk menghadapi langkah ini.

Palestina dan Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengkonfirmasi bahwa Tembok dan Al-Buraq yang dikendalikan oleh otoritas pendudukan, adalah tanah wakaf Islam dan bagian dari Masjid Al-Aqsa.

Yordania memiliki hak untuk mengawasi urusan keagamaan di Yerusalem berdasarkan Perjanjian Wadi Araba, Perjanjian Perdamaian Yordania-Israel yang ditandatangani pada tahun 1994.

Pada Maret 2013, Raja Yordania dan Presiden Otoritas Mahmoud Abbas menandatangani perjanjian yang memberi Yordan hak untuk “perwalian dan pertahanan Yerusalem dan situs-situs suci” di wilayah Palestina yang diduduki. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)