YORDANIA TIDAK AKAN BIARKAN ISRAEL KONTROL AL-AQSHA

Pasukan khusus Israel membuat barikade di depan pintu Masjid Al-Qibly, Kompleks Masjid Al-Aqsha, Al-Quds Palestina.(Foto: Inet)
Pasukan khusus Israel membuat barikade di depan pintu Masjid Al-Qibly, Kompleks Masjid Al-Aqsha, Al-Quds Palestina.(Foto: Inet)

Amman, 1 Dzulhijjah 1436/15 September 2015 (MINA) – Yordania menegaskan pemerintah di Amman tidak akan membiarkan otoritas pendudukan Israel campur tangan dalam mengontrol Masjid Al-Aqsha.

Menteri Agama Yordania Hayel Abdulhafez Dawud mengatakan, Rakyat Yordania menolak setiap tindakan penodaan atas kedaulatan Al-Aqsha.

“Jika putusan itu (ritual ibadah di kompleks Al Aqsha) dikeluarkan resmi oleh Otoritas Israel, maka Yordania akan mnelakukan perlawanan,” kata Dawud sebagaimana Middle East Monitor (MEMO) melaporkan.

Yordania memiliki tanggung jawab atas situs-situs agama Islam di Al-Quds dan Tepi Barat sejak awal pendudukan Israel. Dawud menunjukkan, Masjid Al-Aqsha merupakan bagian dari situs tersebut dan Israel tidak memiliki hak melakukan ibadah di tempat itu dengan cara apapun.

Israel, tambahnya, dalam hukum internasional tidak boleh melarang jama’ah Muslim melakukan ibadah di tempat tersebut.

Setiap pelanggaran Israel di Al-Aqsha merupakan bentuk penghianatan terhadap perjanjian dan konvensi internasional.

Menteri Dawud membuat komentar setelah otoritas pendudukan Israel melarang kelompok Murabitun memasuki Al-Aqsha sejak Selasa pekan lalu.

Menurut Shaikh Azzam Al-Khatib, Direktur Jenderal Muslim Wakaf dan Urusan Al-Aqsha, keputusan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya’alon untuk melarang dua kelompok Murabithat dan Murabitun benar-benar tidak dapat diterima.

Rezim pendudukan tidak memiliki hak ikut campur dalam urusan Al-Aqsha,” kata Shaikh Al-Khatib. “Setiap Muslim berhak memasuki Masjid Al-Aqsha dan beribadah di dalamnya. Tak seorang pun memiliki hak untuk mencegah seorang Muslim memasuki tempat suci dan beribadah. (T/R05/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0