YORDANIA TANGGAPI ISIS DENGAN EKSEKUSI MATI DUA TAHANAN

Sajida Al-Rishawi satu dari empat pelaku bom di Amman 2005, ditampilkan secara nasional di televisi Yordania setelah ditangkap di tahun yang sama. (Foto: file Krazytinkas.com)
Sajida Al-Rishawi satu dari empat pelaku bom di Amman 2005, ditampilkan secara nasional di televisi Yordania setelah ditangkap di tahun yang sama. (Foto: file Krazytinkas.com)

Amman, 14 Rabi’ul Akhir 1436/4 Februari 2015 (MINA) – Menanggapi video pembakaran pilot Yordania oleh kelompok bersenjata ISIS, pemerintah Amman akan segera mengeksekusi gantung dua tahanan yang berhubungan dengan kelompok di Irak dan Suriah itu.

Hanya beberapa jam setelah video eksekusi pilot Letnan Muath Al-Kaseasbeh dirilis secara online hari Selasa (3/2), seorang pejabat keamanan mengatakan eksekusi akan dimulai pada hari berikutnya.

Warga Irak, Sajida Al-Rishawi, wanita pelaku pemboman tiga hotel di Amman 2005 dan Ziad Al-Karbouli, pelaku pembunuhan warga Yordania, dikirim ke tiang gantungan saat fajar hari Rabu, Al Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pejabat keamanan juga mengatakan, lima orang terpidana mati yang terkait kelompok bersenjata, kemungkinan juga akan dieksekusi.

Keluarga salah satu terpidana mati mengatakan kepada Al Jazeera, para narapidana telah dipindahkan ke Penjara Al-Suwaqa, tempat biasanya eksekusi dilakukan di Yordania.

Raja Abdullah II yang sedang mengunjungi Washington DC saat video dirilis, dalam pidato televisinya kepada bangsa menyatakan terkejut dan marah.

Abdullah yang pernah bertugas di militer, menyebut Kaseasbeh sebagai pahlawan dan berjanji mengambil jalan pertempuran melawan kelompok ISIS, yang menurut video-video yang dirilis telah membunuh tiga sanderanya dalam waktu kurang dari dua pekan.

Kepada Al Jazeera, pengamat Timur Tengah Abdel Bari Atwan mengatakan, cara pembunuhan terhadap pilot Kaseasbeh belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah pesan yang sangat jelas dan mereka mencoba untuk menunjukkan kebrutalan secara maksimal,” katanya, dan menuding ISIS tidak tertarik dengan negosiasi.

“Mereka ingin menteror,” tambahnya.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang menjadi tuan rumah bagi kunjungan Abdullah dalam pertemuan di Oval Office, memimpin kecaman internasional atas pembunuhan terbaru itu.

Pemerintahan Obama sebelumnya menegaskan niatnya untuk memberikan Yordania bantuan keamanan sebesar $ 3 milyar (sekitar Rp 37,8 triliun) selama tiga tahun ke depan.

Kaseasbeh ditangkap pada bulan Desember ketika jet tempur F-16 yang dipilotinya jatuh di Suriah dekat Raqqa, markas ISIS.

Namun pejabat militer Yordania mengumumkan di televisi pemerintah, Kaseasbeh telah dibunuh pada 3 Januari, sebulan sebelum ISIS merilis videonya. (T/P001/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0