Yordania Tegaskan Rencana Aneksasi Israel Lemahkan Upaya Proses Perdamaian

Amman, MINA – Menteri Luar Negeri Yordania, Aiman Shafdi menegaskan, rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Tepi Barat, secara otomatis menghapus semua hasil yang dicapai proses perdamaian.

“Kami terus berupaya mencegah aneksasi Israel teradap Tepi Barat, dan mencari penyelesaian konflik lewat perundingan dengan prinsip dua Negara,” kata Shafdi usai bertemu kepala otoritas Palestina, Mahmud Abbas di Ramallah, Kamis (18/6), sebagaimana laporan InfoPalestina.

Dia mengatakan, Yordania akan tetap berupaya sedapat mungkin untuk mendukung Palestina, dan merealisir perdamaian yang adil dan menyeluruh, untuk melindungi kawasan dari dampak konflik yang panjang dan memilukan, jika Israel terus melancarkan aneksasi sepertiga wilayah Tepi Barat.

“Kami tegaskan bahwa aneksasi artinya Israel memilih konflik dibandingkan perdamaian, dan dia harus menanggung dampak dari keputusannya, Bukan hanya hubungan dengan Yordania, tetapi semua upaya di kawasan yang menginginkan perdamaian adil dan menyeluruh,” tegasnya.

Yordania akan terus bekerja bersama kolega dan dunia untuk mencegah aneksasi Israel, dan mencari solusi hakiki untuk melanjutkan perundingan menuju perdamaian adil, yaitu perdamaian untuk menghadirkan keamanan dan stabilitas regional dan dunia.

Shafdi menyebutkan bahwa Raja Yordania Abdullah II menggunakan semua cara untuk melindungi perdamaian dan mencegah aneksasi Israel.

Menlu menjelaskan dirinya membawa surat dari Raja Yordania kepada Abbas yang menegaskan sikap konsisten Yordania mendukung hak Palestina dalam mendirikan Negara merdeka dengan ibukota Al-Quds.

Sementara itu, Menlu otoritas Palestina, Riyad Al-Maliki mengatakan, pertemuan dengan Menlu Shafdi terfokus pada cara mencegah aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina.

Menurut Al-Maliki, dialog dengan Menlu Yordania sangat penting untuk meningkatkan kordinasi dan upaya bersama Palestina dan Yordania, untuk mencegah aneksasi Israel, dan menegaskan kesiapan Palestina dengan dukungan Yordania untuk duduk berunding dengan prinsip legalitas dan referensi internasional.

Shafdi tiba di Ramallah menggunakan helikopter Yordania, dalam kunjungan mendadak yang tidak diinformasikan sebelumnya.

Di lain pihak, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu lebih dari satu kesempatan menegaskan untuk memulai aneksasi 30% wilayah Tepi Barat pada awal Juli mendatang, dalam rangkaian Deal of Century (Kesepakatan Abad Ini) yang digagas Amerika Serikat (AS).

Sementara pihak Palestina terus meningkatkan penolakan aneksasi Israel, di samping sejumlah peringatan internasional bahwa aneksasi akan menghapus kemungkinan solusi konflik dengan prinsip dua Negara.

Pada 28 Januari lalu, Presiden AS Donald Trump mendeklarasikan Deal of Century, mencakup pendirian Negara kecil Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan dengan jembatan dan terowongan, dan menjadikan kota Al-Quds sebagai ibukota Israel yang tak bisa dibagi, dan Lembah Yordania berada dalam kendali Tel Aviv.(T/R1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)