Yordania: Upaya Israel Merusak Peluang Perdamaian Harus Dihentikan

Amman, MINA – Wakil Perdana Menteri sekaligua Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania, Ayman Safadi, menekankan bahwa Israel harus menghentikan semua upayanya yang merusak peluang perdamaian atas dasar solusi dua negara.

Menurutnya, peluang perdamaian tersebut dapat tercapai melalui pendirian negara Palestina merdeka dengan perbatasan 4 Juni 1967 dan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Sehingga, lanjut dia, rakyat Palestina dapat hidup damai berdampingan dengan Israel sesuai dengan hukum internasional dan inisiatif perdamaian Arab.

Safadi membuat pernyataannya saat bertemu dengan mitranya dari Israel Gabi Ashkenazi di penyeberangan perbatasan Jembatan Raja Hussein pada Kamis (3/12), Kantor Berita OKI melaporkannya.

Dalam pertemuan tersebut, Safadi menyerukan untuk menghentikan semua provokasi di Masjid Al-Aqsa atau kompleks Al-Haram Al-Sharif di Kota Al-Quds yang diduduki, dan menjaga status hukum dan sejarah kota suci

Dia juga mendesak Israel untuk menghormati komitmennya sebagai otoritas pendudukan.

“Berdasarkan perwalian Kerajaan Hashemite atas tempat-tempat suci, Yordania akan mengejar perannya dalam menjaga situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem,” tegasnya.

Kedua diplomat tertinggi tersebut membahas sejumlah masalah yang tertunda antara kedua negara, termasuk sektor perairan, mencabut pembatasan ekspor Yordania ke Tepi Barat, dan memungkinkan Yordania untuk memberikan jumlah tambahan tenaga listrik kepada Otoritas Nasional Palestina.

Keduanya juga membahas pengaturan pergerakan melalui pintu penyeberangan perbatasan yang sempat ditutup sementara oleh kedua negara akibat pandemi Covid-19.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)