Yusuf Ibrahim: Usaha Pembebasan Al-Aqsa Sudah Dilakukan Sejak Nabi SAW

Bandung, MINA – Amir Syubban Jawa Barat, Yusuf Ibrahim bin Sony Sugema, mengatakan usaha pembebasan Masjidil Aqsa sesungguhnya sudah dilakukan sejak Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dia menyampaikan bagaimana pada tahun ke-6 Hijriyah, Rasulullah memberikan surat kepada raja-raja, termasuk kepada Raja Heraklius di bawah Kekaisaran Romawi yang saat itu mengusai wilayah Al-Aqsa Yerusalem, ujarnya pada Ta’lim Jiron Tengah Riyasah Cimahi, Bandung, Jawa Barat, Selasa malam (11/1).

Ia menambahkan, salah satu usaha pembebasan Al-Aqsa oleh Nabi SAW adalah melalui Perang Mu’tah pada tahun ke-8 Hijriyah, di mana Nabi mengutus  6.000 pasukan menghadang 300.000 pasukan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), di timur Sungai Yordan

Ada juga Perang Tabuk yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriyah, menghadapi pasukan Kekaisaran Bizantium yang melakukan gangguan stabilitas di wilayah bagian utara Jazirah Arab.

Lalu,sampai menjelang wafatnya, Rasulullah sempat mengutus sahabat Usamah bin Zaid pada tahun ke-11 Hijriyah ke kawasan Baitul Maqdis. Usamah yang saat itua dalah remaja berusia antara 17-18 tahun memimpin pasukan untuk menghadang pasukan Kekaisaran Bizantium.

“Setelah Abu Bakar dibaiat menjadi Khalifah usai Rasulullah wafat, Usamah diutus lagi untuk melanjutkan perjuangannya yang belum selesai,” lanjut Yusuf yang juga Asatidz di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kuttab Cimahi,Bandung.

Hingga misi Pembebasan Al-Aqsa itu berlanjut sampai pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

“Umat muslim di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab pun berhasil membebaskan Al-Aqsa. Kunci Baitul Maqdis saat itu diserahkan langsung oleh Pendeta Sofronius kepada Khalifah Umar,” lanjutnya.

Jadi, memang usaha pembebasan Al-Aqsa sudah berjalan sejak masa Rasulullah, hingga dibebaskan pada masa Khalifah Umar, imbuhnya.

“Mengambil pelajaran dari kisah pembebasan Al-Aqsa ini, termasuk tokoh berikutnya seperti Nuruddin Zanki dan Shalahuddin Al-Ayyubi, mari kita tiru semangat mereka dalam jihad ini. Kita dedikasikan waktu dan tenaga kita untuk Al-Aqsa. Karena Al-Aqsa tidak hanya masalah tanah kedaulatan, namun juga masalah kesejahteraan dunia dan harga diri umat Muslim,” ujarnya. (L/Usm/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)