Zahran Auzan Berbagi Pengalaman Juara MHQ Internasional di Arab Saudi

Jakarta, MINA – Menghafal Al-Qur’an merupakan impian setiap Muslim. Penghafal Al-Qur’an bisa mengulang Kalam Allah kapan saja sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi dalam menjalani keseharian.

Juara 2 Hafalan 30 Juz pada Musabaqah Hafalan Al-Qur’an (MHQ) Internasional Tahun 2022 di Arab Saudi, Zahran Auzan membagikan pengalamannya dalam mengikuti musabaqah tingkat internasional.

Sebelum menjadi juara internasional, Auzan merupakan Juara 1 Hafalan 30 Juz pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional (STQHN) ke-26 tahun 2021 di Sofifi, Maluku Utara.

Buah hati pasangan Ismuddin dan Aminatun Zahriah ini juga meraih Juara 1 Hafalan 30 Juz pada Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz tingkat Nasional ke-14 tahun 2022 di Jakarta. Bagi bocah 13 tahun ini, menjadi juara bukanlah tujuan menghafal Al-Qur’an.

“Niatkan menghafal Kalam Allah karena Allah, bukan karena dunia. Kalau mencari akhirat, dunia akan didapat. Tapi kalau mencari dunia, akhirat akan terlewat,” ungkap Auzan filosofis saat ditemui bimasislam di Jakarta, Jumat (23/9/22).

Meluruskan niat, bagi santri Pondok Pesantren Kampung Qur’an Pulau Banyak, Tanjungpura, Langkat ini bukanlah hal mudah. Hampir setiap hari, terutama saat mengikuti musabaqah, Auzan selalu berjuang meluruskan niatnya.

“Lurusnya niat membuat kita bersungguh-sungguh dalam ikhtiar. Serius saat latihan, evaluasi, dan tampil. Berikan penampilan terbaik, tidak pernah memikirkan juara,” ungkapnya rendah hati.

Meski telah meraih juara di kancah internasional, Auzan juga mengalami gugup saat tampil. Terkait ini, ia memiliki kiat yang selalu dipraktikkan.

“Grogi ada sedikit. Tapi kita harus lawan. Karena grogi atau tidak grogi kan tetap tampil. Jadi kita lawan dengan dzikir,” ungkapnya sembari tersenyum.

Selain ikhtiar maksimal, Auzan juga memiliki konsep percaya pada ketentuan Allah. Meski semua peserta musabaqah memiliki hafalan yang bagus, dia meyakini bahwa takdir masing-masing peserta tidaklah sama.

“Semuanya penghafal Qur’an, tapi masing-masing ada jalan dan takdirnya sendiri. Kalau Allah takdirkan juara ya pasti juara. Baca dan tampil terbaik dengan niat syiar karena Allah,” katanya. (A/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)