Zakir Naik: Hanya Persatuan Umat yang Dapat Bebaskan Al-Aqsa

Dr. Zakir Naik (paling kiri) berfoto bersama Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu (dua dari kiri) di acara Konferensi Baitu; Maqdis dan Al-Aqsa di Putrajaya, Malaysia, Sabtu, 23 Maret 2019. (Foto: Mohamad Sabu)

Putrajaya, MINA – Pendakwah asal India, Dr. Zakir Abdul Karim Naik, diberi waktu khusus untuk memberikan ceramah umum dalam Konferensi internasional “ASEAN Plus NGOs Conference in Defence of Baitul Maqdis and Masjid Al-Aqsa”, ia menegaskan bahwa hanya persatuan umat yang dapat membebaskan Masjid Al-Aqsa.

Acara resmi dibuka oleh Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mewakili Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamed di Jakim Auditorium Islamic Complex Putrajaya, Malaysia pada Sabtu (23/3).

Dalam ceramah singkatnya,Dr. Zakir Naik memberikan penjelaskan keutamaan Masjid Al-Aqsa bagi umat Islam. Selain kiblat pertama umat Islam, juga tempat Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.  Ia mengutip Al-Quran surat Al-Isra ayat 1 dan beberapa ayat lain yang lengkap dengan nomor surat dan ayatnya.

Dia pun mengutip beberapa hadis nabi yang lengkap dengan menyebut perawi dan nomor hadisnya. Seperti sabda Nabi, tidak digalakkan bepergian kecuali ke tiga tempat, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa.

“Hari ini seperti yang kita tahu bahwa Masjid Al-Aqsa dan Palestina sedang dijajah oleh Zionis Israel, umat Islam tidak bisa berbuat apa, mereka dibunuh, diusir tanahnya dirampas. Umat Islam tidak bisa berbuat apa sebelum mereka bersatu berjamaah,” tegasnya sambil mengutip Al-Quran Surat Ali Imran ayat 103.

Dr. Zakir Naik yang telah banyak berjasa pada dunia Islam apabila banyak menjadi wasilah melalui ceramah dan tanya jawabnya banyak yang menjadi mualaf. Kini ia tinggal di Malaysia setelah negaranya mengangap dirinya sebagai teroris dan diancam untuk menahannya.

Pemerintah Malaysia memberikan permanent resident kepada Dr Zakir Naik, tinggal di Malaysia selama dirinya mau.

Konferensi dua hari yang digelar LSM tingkat ASEAN dengan mengambil tema “Bersama Membela Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa”.

Pembicara yang hadir dari berbagai kalangan intelek dan ulama internasional dari Malaysia, Turki, Yordania, Palestina dan Indonesia.

Khusus dari Indonesia, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur akan mengurai peranan ulama dalam membela Masjid Al-Aqsa.

Acara itu juga mengundang beberapa LSM yang fokus kepada ke-Palestinaan dan Al-Aqsa, temasuk Al-Aqsa Working Group (AWG) yang bermarkas di Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di Kompleks Masjid Al-Aqsa meningkat setelah otoritas Yahudi Israel melakukan beberapa kali penutupan pintu kompleks, melarang jamaah Muslim, dan menangkapi sejumlah warga dan ulama Palestina.

Konferensi nantinya akan ditutup oleh Dato Seri Anwar Ibrahim, tokoh yang kelak akan menggantikan Mahathir selepas dua tahun menjabat. (L/K01/R01/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)