Zarif Desak AS Bebaskan Ilmuwan Iran

Teheran, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan para ilmuwan Iran yang tidak bersalah yang dipenjara di fasilitas AS di tengah pandemi virus corona baru (COVID-19).

“AS telah menyandera beberapa ilmuwan Iran – tanpa tuduhan atau tuduhan sanksi palsu – & tidak membebaskan mereka, bahkan ketika pengadilan SENDIRI menolak tuduhan absurd,” kata Zarif dalam sebuah unggahan di akun Twitter-nya pada Jumat (27/3).

Zarif mengatakan, di tengah pandemi, Pemerintah AS bahkan menolak cuti medis karena warga Iran yang tidak bersalah dipenjara di fasilitas mengerikan itu.

“Bebaskan orang-orang kami,” kata diplomat Iran terkemuka itu yang ditujukan kepada AS, demikian Press TV melaporkan.

Dia juga melampirkan di tweet-nya sebuah gambar wawancara yang diterbitkan oleh harian Inggris The Guardian yang mengutip seorang ilmuwan Iran yang ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), yang mengatakan bahwa penanganan ICE terhadap wabah virus corona dapat membunuhnya bersama dengan banyak tahanan lainnya.

Harian The Guardian menerbitkan wawancara dengan profesor ilmu dan teknik material Iran Sirous Asghari pada Jumat, merinci kondisi penjara yang “tidak manusiawi” di fasilitas ICE-nya.

Asghari, yang ditahan tanpa batas waktu oleh ICE, meskipun dibebaskan dari pengadilan AS pada November lalu, mengatakan bahwa sedikit yang dilakukan untuk melindungi para tahanan dari wabah di pusat penahanannya yang “kotor dan penuh sesak.”

Amerika Serikat memiliki sejarah panjang melecehkan warga Iran dan Iran-Amerika di AS, banyak dari mereka adalah akademisi yang dituduh melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump mengembalikan sanksi Washington terhadap Iran pada Mei 2018 setelah ia secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar dunia. (T/RI-1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)