ZULKIFLI HASAN: ADA EMPAT PRINSIP DASAR PENGELOLAAN MASJID

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid An-Nubuwwah di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Al-Muhajirun, Lampung Selatan, Jumat (7/11). (Foto: Rahmi/MINA)
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid An-Nubuwwah di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Al-Muhajirun, Lampung Selatan, Jumat (7/11). (Foto: Rahmi/MINA)

Bandar Lampung, 15 Muharram 1436/8 November 2014 (MINA) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. Zulkifli Hasan,S.E.,M.M. mengatakan, ada empat prinsip dasar pengelolaan masjid yang perlu diperhatikan dan dipedomani.

“Prinsip pertama adalah membina dan memelihara masjid sesuai dengan tuntunan dan ajaran Islam,” kata Zulkifli pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid An-Nubuwwah di Kompleks Perkampungan Islam Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat..

Prinsip lainnya, menurut Zulkifli, yang sejak kecil memang menjadi ‘anak masjid’ di daerahnya di Lampung Selatan, yakni memelihara dan mempertahankan kehormatan masjid sebagai lambang kesatuan umat.

Dalam kunjungan resmi pertama ke luar Jakarta, sejak menjabat Ketua MPR RI, ia menambahkan prinsip dasar pengelolaan masjid juga meliputi pembinaan dan pemeliharaan silaturahmi sesama jamaah masjid dan masyarakat sekitarnya.

“Lebih penting lagi adalah prinsip mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan syiar Islam yang menimbulkan simpati, kedamaian dan ketenteraman bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya di hadapan pimpinan pondok pesantren, ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pejabat Pemprov Lampung, serta ribuan warga sekitar dan undangan.

Ia menambahkan, sejalan dengan perkembangan masyarakat, fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam, baik kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, maupun kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, seperti baitul mal, unit pelayanan zakat, infaq, shadaqah dan sebagainya, perlu mendapat perhatian yang lebih besar dari umat Islam.

“Karenanya, Masjid An-Nubuwah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fatah dan Perkampungan Islam Al-Muhajirun, saya yakin juga bisa mengembangkan fungsi tersebut,” ujar mantan Menteri Kehutanan tersebut.

Ini sekaligus merupakan kunjungan ke pesantren sekaligus masjid pertama dari nazarnya untuk mengunjungi 17 pesantren, 17 masjid dan 17 tempat anak yatim di daerah berbeda di Indonesia, paparnya.

Menurutnya, jika prinsip-prinsip dasar pengelolaan masjid itu dapat dilaksanakan secara optimal, maka ia yakin selain akan menghasilkan peningkatan bagi kesejahteraan umat, juga insya-Allah akan dapat melahirkan generasi muda Islam, calon-calon pemimpin umat dan bangsa, yang mampu memberikan warna dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi semesta alam beserta isinya).

Ketua MPR RI Zulkufli Hasan, dalam pidatonya pada acara peletakan batu pertama Masjid An-Nubuwwah juga menghimbau dan mengajak para jamaah yang hadir khususny dan umat Islam umumnya untuk berlomba-lomba mengeluarkan shadaqah jariyahnya untuk pembangunan Masjid An-Nubuwwah, dalam rangka mengangkat derajat umat Islam.

“Bila perlu keluarkan seluruh harta yang kita miliki untuk membangun masjid, rumah Allah,” serunya.

Ikhtiar membangun dan memakmurkan masjid merupakan perintah Allah, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun menganjurkan kepada umatnya untuk membangun masjid di mana saja mereka berada. Serta para sahabatpun berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan membangun masjid, katanya.

ImaamAn-Nubuwwah
Imaamul Muslimin H.Muhyiddin Hamidy selaku Pembina Utama Pondok Pesantren Al-Fatah, dalam tausiyahnya mengajak umat Islam untuk semakin mempererat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, melalui aktivitas memakmurkan masjid. (Foto: MINA)

Umat Islam Pererat Persatuan dan Kesatuan

Imaamul Muslimin H.Muhyiddin Hamidy selaku Pembina Utama Pondok Pesantren Al-Fatah, dalam tausiyahnya mengajak umat Islam di manapun berada untuk semakin mempererat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, melalui aktivitas memakmurkan masjid.

“Pembangunan Masjid An-Nubuwwah untuk melaksanakan fungsi sebagai tempat ibadah dan sekaligus pusat kegiatan umat islam, pada hakikatnya adalah untuk mengangkat derajat umat Islam,” ujarnya.

Menurut Ketua Panitia, Ir. Novirzal, biaya pembangunan Masjid An-Nubuwwah diperkirakan mencapai sekitar Rp13 miliar, dan ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan. Donasi berasal dari jariyah kaum muslimin dan muslimat yang tergugah untuk ikut serta membangun kemajuan dan mengangkat derajat Islam dan kaum Muslimin .

Menurutnya, para dermawan yang berniat investasi amal jariyah dapat langsung ke lokasi pembangunan atau dapat juga melalui Rekening Bank BRI nomor 06600-1000-271-302, Bank Mandiri Nomor 11400-1075397-1, Bank BNI Nomor : 03558-74883, atas nama  Panitia Pembangunan Masjid An-Nubuwwah. (L/P4/P3).

Mi’raj Islamic News Agency

Comments: 0