Gaza, MINA – Setidaknya 100 anak dan bayi Palestina meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan di Gaza, karena Israel terus memblokir bantuan, termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, untuk memasuki wilayah tersebut selama lima bulan.
Dilansir dari Quds News Network (QNN), Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengonfirmasi pada Ahad (10/8) bahwa jumlah total kematian akibat kelaparan adalah 217 orang.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian tersebut mengatakan, setidaknya 217 orang telah meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan sejak dimulainya genosida Israel pada Oktober 2023. Di antara mereka terdapat 100 anak dan bayi.
UNICEF telah memperingatkan bahwa Gaza menghadapi risiko kelaparan yang serius, dengan satu dari tiga orang tidak mendapatkan makanan selama berhari-hari.
Baca Juga: Israel Berencana Hentikan Pengiriman Bantuan Lewat Udara ke Gaza
Lebih dari 100 organisasi kemanusiaan, termasuk Amnesty International, Dokter Lintas Batas (MSF), dan Oxfam, memperingatkan bahwa “kelaparan massal” sedang menyebar di seluruh Gaza, sementara rekan-rekan mereka di wilayah tersebut semakin kurus karena kelaparan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Kota Gaza merupakan wilayah yang “paling parah” dilanda malnutrisi di Jalur Gaza, dengan hampir satu dari lima anak balita di sana kini mengalami malnutrisi akut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Palang Merah: Evakuasi Massal Kota Gaza Mustahil Dilakukan dengan Aman