Industri Halal Malaysia Berkembang Pesat

KUALA LUMPUR 02 FEBRUARY 2016. Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri, Datuk Seri Mustapa Mohamed bercakap di Majlis Penerangan dan Pelancaran Awal Minggu Halal Sedunia 2016 . NSTP/ MOHD YUSNI ARIFFIN
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Industri Malaysia, Datuk Seri Mustapa Mohamed. (Mohd Yusni Ariffin/NSTP)

Kuala Lumpur, 21 Jumadil Akhir 1437/31 Maret 2016 (MINA) – Industri halal Malaysia berkembang pesat dari RM 4,1 miliar (Rp13,6 triliun) pada 2012 menjadi RM 10,6 miliar (Rp35,3 triliun) pada tahun 2015, menandakan sebagai pemimpin global industri halal.

Menteri Perdagangan Internasional dan Industri, Datuk Seri Mustapa Mohamed mengatakan sebelum membuka The World Halal Week 2016 (WHW 2016) di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) Rabu ini, negaranya telah berjalan jauh dalam pengembangan industri halal dan telah tumbuh menjadi sebuah kekuatan industri.

“Mempertahankan posisi Malaysia sebagai pemimpin global industri halal bukanlah tugas yang mudah. ​​Pengetahuan kemarin mungkin masih berguna, tetapi belum tentu cukup bagi kita untuk memenuhi tantangan masa depan. Tanggung jawab sekarang pada kita untuk terus membangun pada pondasi yang kuat dari keberhasilan sebelumnya,” ujar Mustapa Mohamed.

Sementara itu, menurutnya, seperti disebutkan New Straits Times, Rabu (30/3), jumlah perusahaan bersertifikat halal juga meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 2.336 perusahaan tahun 2011 menjadi 5.726 perusahaan tahun 2015.

“Total tenaga kerja yang diciptakan di sektor halal juga naik dari 97.000 pekerja pada tahun 2011 menjadi hampir 250.000 pekerja tahun 2015. Juga semakin banyak perusahaan mulai merambah ke luar negeri,” kata Mustapa.

Pekan halal global berlangsung dari 28 Maret hingga 2 April mendatang, dan diperkirakan akan menarik kehadiran lebih dari 1.200 delegasi dari 50 negara.

Mustapa menambahkan bahwa ekspor halal Malaysia pada tahun 2015 mencapai RM 39 miliar (Rp130 triliun), mengalami peningkatan besar dari sebelumnya RM 24 miliar (Rp80 triliun) pada 2011.

“Pasar ekspor utama Malaysia untuk produk halal selama beberapa tahun terakhir ini meliputi ke Cina, Singapura, Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, dan Thailand,” imbuhnya.

Ekonomi halal global sekarang bernilai sekitar RM 8,4 triliun (Rp28 ribu triliun), dengan nilai sektor makanan halal mencapai angka RM 2,5 triliun (Rp8 ribu triliun) dari jumlah tersebut.

Pada tahun 2030, diprediksi jumlah penduduk Muslim di seluruh dunia diperkirakan akan membentuk sekitar 27 persen dari jumlah penduduk global dan halal internasional. Sedangkan pasar gaya hidup akan mencapai USD 3,7 triliun (Rp49 ribu triliun) pada tahun 2019. (T/P4/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)