137 PUI, Nasir Sebut Kemenristekdikti Lampui Target

Jakarta, MINA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang dibangun oleh kementeriannya (Kemenristekdikti) periode tahun 2015-2019 telah melampaui target.

Pasalnya, Kemenritekdikti menargetkan selama empat tahun hanya 50 PUI, justru hasilnya ada penambahan hingga menjadi 137 PUI.

“Tahun 2019 sudah melampaui target dari tugas Kementerian, kami itu targetnya hanya 50, tapi ini sudah di 137, itu luar biasa,” katanya dalam ‘Forum Silahturahmi Nasional Lembaga Litbang 2019 menuju Lembaga Litbang Unggul’ di Gedung Kemristekdikti, Jakarta, Selasa (1/10).

Ia menceritakan Kementerian hanya menargetkan dari 50 PUI setidaknya 21 yang sudah matang selama periode ini. Saat ini, dari 137 sudah 81 PUI yang dianggap matang.

Sebanyak 137 PUI ini merupakan hasil binaan lembaga penelitian pengembangan (Litbang) Kemenristekdikti. Untuk menjadi PUI, maka harus mendaftar di kementerian dengan mengirimkan proposal PUI. Nantinya berdasarkan laporan yang masuk, kemudian akan diseleksi dengan dipilih mana yang layak dibina.

PUI merupakan salah satu upaya Kemenristekdikti dalam memperkuat kelembagaan Iptek guna meningkatkan kinerja. Khususnya, kinerja menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pengguna teknologi, yakni masyarakat, industri, dan pemerintah. Harapannya, dengan demikian inovasi teknologi akan tumbuh, pemanfaatan teknologi oleh pengguna meningkat, dan kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi makin besar. (L/R10/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)