19 Relawan RS Indonesia Gaza Palestina Tahap Kedua Pulang ke Tanah Air

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Sebanyak 19 relawan dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk misi Pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) Tahap Kedua di Gaza Palestina tiba di tanah air pada Selasa (19/9) sekitar pukul 13.30 WIB.

Tim kepulangan relawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah tersebut dipimpin oleh Ir. Edi Wahyudi yang menjadi Site Manager pembangunan RS Indonesia sejak bangunan itu didirikan pada 2011 silam. Tim tersebut berangkat ke Gaza, Palestina pada Februari 2019 lalu, dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Sebelumnya, sembilan relawan sudah tiba di tanah air terlebih dahulu pada 14 Agustus 2020. Misi mereka adalah untuk pembangunan RSI tahap dua dengan menambah bangunan gedung menjadi lantai 3 dan 4.

Kepulangan mereka disambut oleh Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, dr. Arief Rachman, SpRad, bersama Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur dan tim dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Bogor.

Ke-19 relawan disambut dengan ucapan hamdallah, teriakan takbir, dan yel Al-Aqsha Haqquna (Al-Aqsha Milik Umat Muslimin) yang dipimpin  oleh Imaam Yakhsyallah.

Seluruh relawan berasal dari jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Lampung, Palembang, Medan, Pontianak, Samarinda, dan Wonogiri.

Sebelumnya, ada 33 relawan Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia yang dikirimkan ke Gaza untuk melakukan pembangunan RS Indonesia tahap dua yang diinisiasi oleh lembaga kemanusiaan MER-C, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah.

Berikut adalah nama-nama relawan yang pulang pada hari ini: Ir Edi Wahyudi Darta, Abdul Hadi Bujang, Ade Jalaluddin Didi, Agus Manja Husaini, Agus Supriyono, Edy Siswanto, Mustaqim Darkan, Nasrullah Saukani, Osamah Dakam M, Parmo Abdurrahman, Sobar Muslim, Sumadi, Wahyo, Jamari Tamrin, Luthfi Paimin, Miyanto Modo, Muhamad Gulam, Mulkan Muhamad, dan Mulyadi bin Sono.

MER-C adalah lembaga kemanusiaan medis kegawatdaruratan yang terjun memberikan bantuan medis kepada para korban peperangan, bencana alam dan lainnya yang sangat memerlukan. Dalam kiprahnya selama 21 tahun, MER-C telah terjun ke berbagai tempat bencana dan kerusuhan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Di dalam negeri, MER-C memberi bantuan medis di Ambon, Maluku, Aceh, Padang, Yogyakarta, Lombok, Palu, Banten, dan wilayah-wilayah lain. Sementara di luar negeri, MER-C pernah terjun di Afghanistan, Somalia, Sudan, Filipina, Nepal dan lainnya. MER-C juga menginisiasi pembangunan RS Indonesia di Rohingya.(L/P2/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)