Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan penting dengan Iran untuk menghentikan serangan selama lima hari ke depan, di tengah situasi Timur Tengah yang masih membara.
Namun, hingga saat ini, pihak Teheran belum memberikan konfirmasi resmi mengenai detail kesepakatan lima hari yang disebutkan oleh Trump. Anadolu melaporkan, Senin (23/3).
Klaim sepihak dari Gedung Putih ini kontras dengan laporan lapangan yang menunjukkan bahwa Iran masih terus melancarkan serangan udara ke wilayah Israel, memicu pertanyaan mengenai efektivitas komitmen Teheran dalam kesepakatan tersebut.
Dalam keterangannya di akun media sosialnya, Trump menyebutkan bahwa moratorium serangan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi diplomasi setelah AS melancarkan tekanan militer besar-besaran terhadap infrastruktur pertahanan Iran.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Presiden AS ke-47 tersebut menekankan bahwa gencatan senjata singkat ini adalah bagian dari strategi “perdamaian melalui kekuatan” yang ia usung. Meski demikian, berlanjutnya gempuran Iran ke wilayah pendudukan Israel menunjukkan adanya jurang pemisah antara retorika politik di Washington dengan realitas di garis depan.
Langkah Iran yang tetap membidik target-target di Israel diduga merupakan bentuk ketidaktundukan mereka terhadap tekanan AS, sekaligus penegasan bahwa mereka tidak akan menghentikan dukungan terhadap front perlawanan di kawasan.
Hal ini menciptakan dilema bagi pemerintahan Trump, yang di satu sisi ingin meredam harga minyak global melalui stabilitas Selat Hormuz, namun di sisi lain harus menjaga komitmen keamanan terhadap sekutu utamanya, Israel, yang terus menjadi sasaran proyektil Iran.
Trump sendiri menyatakan bahwa ia terus memantau situasi dengan sangat ketat dan tidak akan ragu mengambil tindakan lebih lanjut jika Iran terbukti melanggar kesepakatan yang diklaimnya. []
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic