Tel Aviv, MINA – Ketegangan diplomatik kembali mencuat di tengah upaya internasional meredakan konflik Gaza, setelah Israel dilaporkan menolak keterlibatan Spanyol dalam tim gencatan senjata yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
Pemerintah Israel disebut keberatan dengan kehadiran Spanyol dalam mekanisme internasional tersebut karena perbedaan sikap politik terkait konflik Gaza.
Madrid selama ini dikenal cukup vokal mengkritik operasi militer Israel dan mendorong penghentian kekerasan serta peningkatan akses kemanusiaan bagi warga sipil Palestina. MEMO melaporkan, Jumat (10/4).
Penolakan ini menambah dinamika dalam proses pembentukan tim pengawas gencatan senjata yang digagas Amerika Serikat. Washington sebelumnya berupaya melibatkan sejumlah negara sekutu untuk memastikan implementasi kesepakatan di lapangan berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Baca Juga: Ribuan Warga Argentina Turun ke Jalan Serukan Dukungan untuk Palestina
Namun, perbedaan pandangan di antara negara-negara Barat sendiri disebut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun konsensus internasional. Sebagian pihak menilai bahwa keterlibatan banyak negara justru penting untuk menjaga keseimbangan dan legitimasi mekanisme gencatan senjata tersebut.
Sementara itu, kondisi di Gaza masih dilaporkan belum sepenuhnya pulih meski terdapat kesepakatan penghentian tembak-menembak tahap awal. Infrastruktur yang rusak, keterbatasan bantuan kemanusiaan, serta situasi keamanan yang belum stabil masih menjadi persoalan utama di wilayah tersebut.
Langkah Israel menolak Spanyol berpotensi memperlambat proses diplomasi internasional yang sedang dibangun. Hal ini juga dikhawatirkan dapat memengaruhi efektivitas mekanisme gencatan senjata yang membutuhkan dukungan luas dan keterlibatan banyak pihak untuk dapat berjalan optimal. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Antrean Panjang di Gaza Jadi Realitas Harian yang Hancurkan Kesehatan Mental
















Mina Indonesia
Mina Arabic