Jakarta, MINA – Persiapan keberangkatan haji 1447 H/2026 M terus bergulir. Data terbaru mencatat 81.654 jamaah reguler dan 202 jamaah haji khusus telah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Meski begitu, baru 29.449 jamaah reguler dan 18 jamaah khusus yang dinyatakan layak berangkat berdasarkan hasil skrining.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Liliek Mahendro menyampaikan, sebagian jamaah masih perlu evaluasi lanjutan.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 29.449 jamaah reguler sudah memenuhi syarat istitha’ah dan 18 jamaah haji khusus. Namun lebih dari seribu jamaah masih harus melalui pemeriksaan ulang,” ujarnya dalam laman himpuh.or.id, Rabu (3/12).
Liliek menambahkan, proses pelunasan syarat istitha’ah juga sedang berlangsung, dengan jadwal 24 November–23 Desember untuk jamaah reguler dan 25 November–24 Desember untuk jamaah haji khusus.
Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump
Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan daftar terbaru kondisi medis yang membuat calon jamaah otomatis tidak memenuhi syarat istitha’ah, yang tahun ini lebih ketat. Penyakit seperti gagal organ vital, gangguan paru berat, demensia, kehamilan risiko tinggi, TBC aktif, hingga penyakit kronis yang tidak terkontrol menjadi alasan ketidaklayakan.
Calon jamaah dengan kondisi tersebut bukan hanya berpotensi gagal lolos pemeriksaan di Indonesia, tetapi juga dapat ditolak berangkat atau dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi bila dinilai tidak aman menjalankan ibadah haji. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic