Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wamenhaj Tekankan Percepatan Istithaah Kesehatan demi Kelancaran Keberangkatan Haji 2026

Rana Setiawan Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 12 Desember 2025 - 20:29 WIB

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:29 WIB

9 Views ㅤ

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, (Foto: Humas Kemenhaj RI)

Bengkulu, MINA – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung terhadap proses pemeriksaan Istithaah kesehatan bagi calon jamaah haji di Puskesmas Nusa Indah, Kota Bengkulu, Jumat (12/12).

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj kembali menekankan pentingnya percepatan proses demi memastikan seluruh tahapan pelunasan berjalan lancar, sekaligus menjaga standar kelayakan kesehatan jamaah sesuai aturan Indonesia dan ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

Dahnil menyampaikan, sejumlah daerah masih mengalami perlambatan dalam pemeriksaan, yang kemudian berdampak pada proses pelunasan biaya haji. Karena itu, ia meminta seluruh fasilitas kesehatan memperkuat akselerasi layanan.

“Kami mendorong akselerasi percepatan, karena perlambatan pelunasan juga dipengaruhi perlambatan di Siskohatkes. Kami ingin memastikan seluruh sarana pemeriksaan di Indonesia berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia menambahkan, percepatan ini juga memerlukan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan di seluruh wilayah. “Kami minta sinergi teman-teman Dinkes dan sarana pemeriksaannya bisa mempercepat prosesnya supaya pelunasan jamaah bisa segera dilakukan,” katanya.

Lebih jauh, Wamenhaj menegaskan, ketatnya pemeriksaan bukan sekadar formalitas administrasi. Pemeriksaan dilakukan secara prudent oleh petugas kesehatan untuk memastikan hanya jamaah yang benar-benar sehat dan layak yang diberangkatkan.

Ia menyebut, Pemerintah Arab Saudi kini semakin memperketat ketentuan Istithaah. “Saudi bahkan mengultimatum, akan ada pemeriksaan acak saat di bandara nanti. Jika ditemukan jamaah yang tidak Istithaah, mereka bisa langsung dipulangkan,” tegasnya.

Dahnil juga mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat menjaga integritas dalam proses penetapan Istithaah, guna menghindari moral hazard.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Menurutnya, praktik meloloskan jamaah yang sebetulnya tidak memenuhi syarat kesehatan harus dihentikan karena dapat menimbulkan persoalan serius di Tanah Suci.

“Kami berharap tidak ada lagi upaya meloloskan jamaah yang tidak Istithaah. Jangan ada jamaah yang sebenarnya tidak siap secara kesehatan dipaksakan berangkat, karena itu akan menyulitkan mereka sendiri,” ujar Dahnil.

Selain itu, ia menegaskan kembali pentingnya kesiapan petugas haji yang akan mendampingi jamaah selama berada di Arab Saudi.

“Petugas harus benar-benar siap bertugas ‘25 jam’ setiap hari untuk mendampingi dan melayani jamaah,” ujarnya.

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Di Bengkulu, proses pemeriksaan Istithaah bagi jamaah yang berhak melunasi dilaporkan telah melampaui 90 persen.

Sementara itu, proses pelunasan bagi jamaah yang sudah dinyatakan memenuhi syarat juga hampir mencapai 50 persen, dari total kuota 1.276 jamaah.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Dunia Islam