SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

90% Kamp Pengungsi di Idlib Suriah Lewati Masa Tinggal Saat Salju Lebat Turun

Rudi Hendrik - Rabu, 26 Januari 2022 - 08:49 WIB

Rabu, 26 Januari 2022 - 08:49 WIB

111 Views

Ilustrasi: badai salju (foto: X)

Damaskus, MINA – Sekitar 90 persen kamp pengungsian di barat laut Suriah telah melewati masa tinggal yang ditentukan, seiring turunnya salju lebat di musim dingin, sebuah kelompok bantuan memperingatkan pada Senin (24/1).

Response Coordination Group (RCG), sebuah kelompok bantuan lokal, mengatakan bahwa lebih dari 23.000 Pengungsi Internal (IDP) telah terkena dampak badai salju parah akhir pekan ini. Sekitar 2.300 dari orang-orang ini kehilangan tempat tinggal sebagai akibatnya, sementara sekitar 1.800 tenda hancur atau rusak.

Suriah Barat Laut adalah rumah bagi sekitar 2,8 juta pengungsi. Sebagian besar dari orang-orang ini tinggal di permukiman informal di sisi jalan, The New Arab melaporkan.

Januari telah membawa suhu dingin ke kamp-kamp ini, dengan pemandangan salju yang runtuh di tenda-tenda dan anak-anak menangis karena salju. Setiap tahun, banyak keluarga menghangatkan diri dengan membakar sampah atau batu bara. Musim dingin kali ini, bagaimanapun, sangat ekstrem.

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Kerusakan akibat badai salju dan hujan masih berlangsung, tetapi kondisi cuaca membuat banyak permukiman tidak dapat dijangkau. Menurut RCG, lebih dari 42 kamp telah terputus dari organisasi bantuan karena kondisi badai salju dan jalan yang terhalang.

Akibatnya, lebih dari 266 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak atau orang tua, tidak dapat memperoleh perawatan medis, kata kelompok bantuan itu.

Mark Cutts, Wakil Koordinator Kemanusiaan Regional PBB, mengimbau masyarakat internasional untuk “cepat mengeluarkan para pengungsi dari tenda ke tempat penampungan sementara yang lebih aman dan bermartabat.”

Hampir semua bantuan yang masuk ke barat laut Suriah datang melalui perbatasan Bab Al-Hawa dengan Turki. Penyeberangan perbatasan lainnya yang digunakan untuk mengangkut bantuan ke Suriah dari negara-negara tetangga lainnya ditutup setelah Rusia memveto penggunaannya di Dewan Keamanan PBB. (T/RI-1/RS2)

Baca Juga: Naiknya Biaya Perang Tekan Ekonomi Israel, Rugi Rp45 Triliun per Pekan

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan AS-Israel telah Bunuh 3.300 Orang Lebih di Iran

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Badai Pasir di Gaza (foto: MEMO)
Palestina
Indonesia
Bayi Palestina berusia satu minggu, Mahmoud al-Akra, meninggal dunia akibat cuaca dingin yang ekstrem di Deir al Balah, Gaza tengah pada 10 Januari 2026. [Foto: Stringer – Anadolu Agency]
Palestina
Palestina