Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Rusia: Israel Berisiko Hancur Jika Terus Memanas

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:20 WIB

32 Views ㅤ

Letnan Jenderal Apti Alaudinov, Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Militer Rusia. (News-Pravda)

Moskow, MINA – Seorang jenderal Rusia memperingatkan bahwa Israel bisa hancur dan “berhenti ada sebagai sebuah negara” jika terus memaksakan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Peringatan itu disampaikan oleh Letnan Jenderal Apti Alaudinov, Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Militer Rusia dan Komandan Pasukan Khusus Akhmat, dalam wawancara dengan kantor berita negara TASS pada Rabu (19/8).

Menurut Alaudinov, tujuan sebenarnya Israel saat ini adalah memperluas konflik.

“Kita harus sadar bahwa perang di Timur Tengah hanya akan semakin panas. Saya yakin tujuan Israel adalah meningkatkan konflik sebanyak mungkin dan melibatkan AS serta seluruh blok NATO ke dalamnya,” ujarnya. MEMO melaporkan.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Ia menambahkan, jika Israel terus memaksakan langkah ini, negara itu akan “melebih-lebihkan kekuatan mereka dan pada akhirnya berhenti ada sebagai sebuah negara.”

Peringatan ini muncul di tengah situasi kawasan yang makin memanas. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Sempat ada angin segar pada Juni lalu, ketika Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dan membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas. Namun, kesepakatan itu gagal. Kedua sisi saling tuduh melanggar janji, dan permusuhan kembali memanas.

Hingga kini, upaya diplomatik belum berhasil membuka kembali Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pernyataan Alaudinov menambah deretan kekhawatiran di tengah situasi Timur Tengah yang sudah panas. Sebelumnya, banyak pihak memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan bisa mengguncang stabilitas kawasan dan memicu keterlibatan kekuatan-kekuatan besar.

Peringatan ini juga muncul di saat AS dan sekutunya masih berusaha menstabilkan kawasan tanpa berhasil mencapai terobosan diplomatik yang berarti. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda