London, MINA — Arab Saudi menolak permintaan Israel untuk mengizinkan pesawat militernya membawa kembali penumpang Israel dari penerbangan Flydubai yang melakukan pendaratan darurat di bandara Prince Sultan bin Abdulaziz International, Kota Tabuk, Arab Saudi.
Penolakan ini disampaikan pada Rabu (30/9), menurut sumber keamanan. Laporan Straits Times.
Permintaan tersebut diajukan agar pesawat militer Israel dapat membawa kembali warga Israel dari Arab Saudi, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Kantor media pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Angkatan Udara Israel Bersiap
Angkatan udara Israel dikabarkan sedang bersiap mengirim pesawat Super Hercules untuk menjemput penumpang Israel, menurut salah satu sumber. Namun, rencana itu tampaknya tidak mendapat lampu hijau dari Riyadh.
Para penumpang dijadwalkan melanjutkan perjalanan mereka dengan pesawat Flydubai, kata maskapai tersebut. Ini berarti mereka akan tetap menggunakan jalur sipil, bukan militer.
Versi Netanyahu: Kopilot Menikam Kapten
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa kopilot penerbangan Flydubai dari Dubai ke Tel Aviv mencoba menabrakkan pesawat setelah menikam pilotnya. Namun, penumpang kemudian menahannya, sementara pilot lain mendaratkan pesawat dengan selamat di Arab Saudi.
Pernyataan Netanyahu ini menambah dimensi serius pada insiden yang sebelumnya hanya digambarkan sebagai “insiden di dalam penerbangan” oleh Flydubai.
Tuduhan bahwa kopilot sengaja mencoba menjatuhkan pesawat mengubah narasi dari kecelakaan menjadi potensi serangan teror.
Arab Saudi: Antara Diplomasi dan Kedaulatan
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Penolakan Arab Saudi terhadap permintaan Israel ini mencerminkan posisi Riyadh yang kompleks dalam hubungannya dengan Israel.
Meskipun Presiden AS Donald Trump telah mendorong agar Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords, perjanjian yang membuat beberapa negara Arab menjalin hubungan dengan Israel, Saudi telah lama menolak bergabung tanpa jalur menuju negara Palestina.
Penolakan ini juga menegaskan bahwa Arab Saudi tidak akan mengorbankan prinsipnya hanya karena tekanan situasional.
Meskipun insiden Flydubai adalah keadaan darurat, Riyadh tetap konsisten dengan kebijakan luar negerinya yang tidak mengakui Israel secara diplomatik.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Hingga saat ini, tidak ada verifikasi independen yang dapat memastikan versi mana yang benar. Pernyataan resmi bandara Saudi juga tidak menyebutkan bagaimana kedua pilot tersebut terluka.
Penumpang: 180 Warga Israel Terdampar di Tabuk
Sebanyak 180 penumpang Israel kini berada di Kota Tabuk, Arab Saudi, menunggu kepastian perjalanan mereka. Mereka terdampar di negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dalam situasi yang sangat sensitif secara politik.
Sementara itu, pilot lain yang mengambil alih pesawat, menurut kesaksian penumpang, telah menyelamatkan nyawa semua orang di dalamnya. Namun, identitas dan kondisi pilot tersebut belum diungkap secara resmi. []
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic