Jakarta, MINA – Kelompok Houthi di Yaman memperbarui peringatan kepada maskapai dan pelancong internasional agar tidak terbang ke bandara-bandara di Arab Saudi. Peringatan itu disampaikan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, Senin (12/10).
Saree menyebut seluruh bandara Saudi tidak aman. Pengecualian hanya berlaku untuk bandara dan wilayah udara di Makkah dan Madinah. Peringatan ditujukan kepada perusahaan internasional, tenaga ahli, karyawan, pekerja, hingga pelancong dari berbagai negara.
Ia juga menyatakan operasi militer akan diperluas bertahap ke wilayah pedalaman Saudi. Menurut Saree, serangan akan berlanjut hingga agresi dihentikan dan blokade terhadap rakyat Yaman dicabut.
Peringatan serupa sebelumnya sudah disampaikan Houthi, yang meminta semua maskapai internasional yang melintasi wilayah udara Saudi menghentikan penerbangan kecuali di atas kota suci Makkah dan Madinah.
Baca Juga: Bernie Sanders Ungkap AIPAC Gelontorkan Dana Besar untuk Jegal El-Sayed
Ancaman ini muncul setelah rangkaian serangan ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi (GACA) menyebut serangan pada Sabtu (10/10) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.
Houthi belum menyatakan klaim atas serangan Sabtu tersebut, sementara Arab Saudi menuding kelompok itu berada di balik rangkaian serangan.
Dampaknya langsung terasa di sektor penerbangan. Data Cirium mencatat 169 dari 378 jadwal keberangkatan di Bandara King Khalid pada Kamis (8/10) dibatalkan atau tidak beroperasi.
Air India Express memperpanjang pembatalan penerbangan ke Riyadh hingga 14 Oktober, sedangkan Air India hingga 15 Oktober. Di Pakistan, 42 penerbangan ke Arab Saudi dibatalkan pada Jumat (9/10), dan ribuan jemaah umrah ikut terdampak.
Baca Juga: Adam Hamawy, Dokter Misi Kemanusiaan Gaza yang Kini Terpilih Jadi Anggota Kongres AS
Indonesia telah mengecam keras serangan terhadap warga sipil dalam konflik tersebut melalui Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (13/10). Pemerintah mendesak semua pihak menahan diri, mematuhi hukum humaniter internasional, dan menempuh dialog serta diplomasi.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
















Mina Indonesia
Mina Arabic