Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 3 jam yang lalu

3 jam yang lalu

6 Views ㅤ

Pengungsi Yaman. (Sarabic)

Sanaa, MINA – Kepala urusan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Fletcher memperingatkan bahwa warga sipil Yaman menanggung dampak terberat dari konflik yang kian meningkat.

Hampir 300.000 orang dilaporkan mengungsi sejak Agustus 2026, menurut pernyataan Fletcher di platform X yang dikutip Anadolu, Selasa (3/11).

Situasi paling genting dilaporkan di Kota Taiz yang terkepung dan dihuni sekitar satu juta orang. Fletcher menyebut sejumlah jalan ditutup dan persediaan kebutuhan pokok menipis. Produksi air di kota itu turun hingga separuh, harga pangan naik sedikitnya 50 persen, dan rumah sakit mulai kehabisan bahan bakar serta obat-obatan.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan pertempuran terbaru yang meletus sejak awal Agustus memutus seluruh akses jalan ke Taiz. Layanan kesehatan di kota itu disebut kian tertekan akibat kekurangan pasokan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Mitra kemanusiaan PBB telah menyalurkan bantuan pangan, perlengkapan kebersihan, dan uang tunai darurat kepada lebih dari 254.000 pengungsi, sedangkan kebutuhan di lapangan terus melampaui kapasitas bantuan.

Fletcher mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba mengenai krisis tersebut. Ia mendesak pembukaan jalur agar bantuan dapat masuk dan menegaskan warga sipil tidak boleh dijadikan sandera pertempuran.

OCHA juga meminta semua pihak melindungi warga dan infrastruktur sipil serta menghormati hukum humaniter internasional.

Dalam pernyataan yang sama, Fletcher menyampaikan kemarahan atas kematian Mohammad el Shami, staf Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) di Yaman, saat ditahan kelompok Houthi.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

El Shami ditahan sejak 6 Juni 2024 dan menjadi staf PBB kedua yang meninggal dalam tahanan kelompok itu, setelah Ahmed Ba’alawi dari Program Pangan Dunia (WFP) pada 11 Februari 2025. Fletcher menyebut sekitar 70 staf PBB dan puluhan pekerja kemanusiaan lain masih ditahan dan menuntut pembebasan mereka.

Yaman dilanda konflik sejak 2014, ketika Houthi merebut Sanaa, lalu koalisi pimpinan Arab Saudi turun tangan pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui internasional.

Menurut OCHA, 22,3 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan pada 2026, dengan 18,3 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut.

Rencana tanggap kemanusiaan 2026 meminta dana 2,16 miliar dolar AS untuk menjangkau 12 juta orang, tetapi pendanaannya baru terpenuhi sekitar 23 persen pada pertengahan Oktober. Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan tanggapan Houthi atas pernyataan Fletcher. []

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam