Baca Juga: Serangan Zionis Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina
Hamas menyebut langkah itu sebagai serangan terhadap hak-hak rakyat Palestina sekaligus pembalikan posisi yang sebelumnya diambil mantan Presiden Kolombia Gustavo Petro. Ia memutus hubungan dengan Israel sebagai bentuk protes terhadap perang di Jalur Gaza.
Dalam pernyataan pers yang dirilis Kamis (15/10), Hamas menyatakan pembukaan kedutaan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Baca Juga: Puluhan Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi
Menurut gerakan itu, langkah tersebut juga bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang menolak segala perubahan status hukum Yerusalem. Hamas menegaskan bahwa Yerusalem Pendudukan merupakan wilayah Palestina yang diduduki.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Kolombia membuka kedutaannya di Yerusalem Pendudukan pada Rabu (14/10). Pembukaan kedutaan tersebut bertepatan dengan dimulainya kembali perjanjian perdagangan bebas Kolombia dengan Israel.
Langkah ini menandai pergeseran kebijakan Bogotá setelah pelantikan Presiden baru Abelardo de la Espriella dan pemulihan hubungan dengan Israel yang sebelumnya diputus oleh pendahulunya. Kolombia pun menjadi negara ke-10 yang mendirikan kedutaan di kota tersebut.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Gunakan Kekerasan Pemukim untuk Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
Baca Juga: Israel Perpanjang Larangan Sheikh Sabri Masuki Masjid Al-Aqsa















Mina Indonesia
Mina Arabic