Gaza, MINA — Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan bahwa Israel kini telah menguasai sekitar 62 persen wilayah Jalur Gaza setelah memperluas garis kontrol militernya di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya operasi militer Israel yang disebut terus memperlebar zona penguasaan di Gaza.
Hamas menilai langkah tersebut semakin mempersempit ruang hidup warga Palestina serta memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama. Wafa melaporkan, Senin (4/5).
Perluasan wilayah kontrol itu berkaitan dengan penerapan garis pembatas baru yang mengharuskan setiap pergerakan, termasuk oleh lembaga kemanusiaan internasional, dikoordinasikan dengan otoritas Israel.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kondisi ini dinilai menyulitkan distribusi bantuan bagi warga sipil di wilayah terdampak konflik.
Perluasan zona tersebut sejalan dengan kebijakan Israel dalam membentuk “buffer zone” atau zona penyangga di Gaza. Data terbaru bahkan menunjukkan bahwa wilayah yang berada di bawah kendali militer Israel mendekati dua pertiga dari total area Gaza, memperkuat kekhawatiran akan perubahan peta wilayah secara permanen.
Sejak diberlakukannya garis demarkasi seperti “Yellow Line” pada 2025, sebagian besar wilayah timur Gaza telah berada di bawah kontrol militer Israel, sementara warga Palestina dipaksa berpindah ke wilayah yang semakin sempit di bagian barat.
Situasi ini menyebabkan kepadatan penduduk meningkat drastis dan memperparah kondisi kemanusiaan, termasuk kekurangan air, pangan, dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Hingga kini, konflik di Gaza belum menunjukkan tanda mereda. Dengan perluasan kontrol wilayah oleh Israel dan belum adanya kesepakatan damai permanen, kondisi di lapangan diperkirakan akan terus memburuk, sementara jutaan warga sipil tetap menghadapi risiko tinggi di tengah keterbatasan akses bantuan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic