Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan Padang-Solok Ditutup Sementara Antisipasi Banjir Susulan

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 27 September 2026 - 00:51 WIB

Ahad, 27 September 2026 - 00:51 WIB

26 Views ㅤ

loading test jembatan bailey sepanjang 30 meter sebagai solusi tanggap darurat Jalan Nasional Jambi–Sumbar yang putus akibat longsor dan banjir, Ahad (2/3). (Foto. Kementerian PU)

Sumbar, MINA — Akses jalan provinsi ruas Padang-Solok di kawasan Pintu Angin, Sumatra Barat, ditutup sementara sejak Jumat (25/9) malam.

Penutupan dilakukan untuk mempercepat penanganan penyumbatan aliran sungai setelah banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang Kementerian Pekerjaan Umum, Reski Wahyudi, mengatakan penutupan akses diperlukan agar petugas dapat fokus melakukan penanganan material sedimen yang menyumbat bagian hilir aliran sungai.

“Sejak Jumat (25/9) malam akses jalan kami tutup, agar kami bisa fokus ke penanganan sedimen di bagian hilir sungai yang saat ini mengalami bottleneck atau penyumbatan di gorong-gorong,” kata Reski, Sabtu (26/9) di Solok Sumbar.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi

Penanganan tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir bandang susulan yang dapat kembali mengganggu jalur Padang-Solok.

Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penutupan sementara tersebut.

Menurut Reski, penyumbatan terjadi karena gorong-gorong berbentuk persegi atau box culvert tertutup material sedimen.

Petugas melakukan pengeringan dan penggalian langsung di sekitar jalur gorong-gorong agar aliran air dapat kembali mengalir menuju hilir.

Baca Juga: Gelombang Laut hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 5-8 Oktober Mendatang

Sebanyak empat unit pompa dengan kapasitas masing-masing 500 liter per detik dikerahkan untuk membantu mengurangi genangan. Selain itu, alat berat terus digunakan untuk mengeruk material yang menghambat aliran sungai.

Penanganan ditargetkan selesai dalam beberapa hari, terutama pada titik hilir yang mengalami penyumbatan. Pemerintah juga berkoordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi logistik selama akses utama ditutup.

Sebagai solusi sementara, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat menyiapkan pembangunan jembatan rangka baja atau jembatan bailey sepanjang sekitar 40 hingga 50 meter. Pemasangan ditargetkan selesai paling lambat empat hari setelah pekerjaan dimulai.

Sementara itu, BMKG Stasiun Minangkabau mengingatkan potensi curah hujan tinggi masih dapat terjadi hingga awal Oktober 2026. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan di wilayah terdampak perlu terus ditingkatkan. []

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda