Damaskus, MINA – Jerman kembali membuka penerbangan langsung ke Suriah pada 29 Juli setelah terhenti selama hampir 14 tahun akibat konflik di negara tersebut.
Dibukanya kembali penerbangan langsung Jerman-Suriah menjadi langkah baru untuk mempererat hubungan kedua negara. Melansir SANA, Kamis (30/7).
Penerbangan langsung pertama dioperasikan oleh LEAV Aviation, maskapai yang berbasis di Cologne.
Pesawat Airbus A320-200 lepas landas dari Bandara Dusseldorf menuju Damaskus pada 29 Juli 2026.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Ini merupakan penerbangan langsung pertama antara Jerman dan Suriah dalam lebih dari satu dekade.
Pembukaan kembali penerbangan langsung Jerman ke Suriah dilakukan setelah kedua negara menandatangani perjanjian transportasi udara di Damaskus pada 16 Juli.
Perjanjian tersebut mengatur hak pengoperasian rute penerbangan, frekuensi penerbangan, perizinan, standar keselamatan, dan aturan teknis lainnya.
Pada tahap awal, LEAV Aviation akan melayani dua penerbangan setiap pekan menggunakan Airbus A320-200 yang mampu mengangkut sekitar 180 penumpang.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Layanan ini ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan warga Suriah yang tinggal di Jerman.
Selain itu, penerbangan tersebut diharapkan dapat mendukung perjalanan bisnis dan meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Pemerintah Jerman juga menyatakan maskapai lain kemungkinan akan segera membuka kembali penerbangan langsung ke Suriah.
Sebelumnya, Jerman menghentikan penerbangan ke Suriah selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Saat itu, hanya penerbangan kemanusiaan dan penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diizinkan.
Larangan tersebut dicabut setelah pemerintah Jerman menilai kondisi keamanan di Suriah telah membaik sehingga penerbangan langsung Jerman-Suriah dapat kembali beroperasi.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
















Mina Indonesia
Mina Arabic