Abdul-Jawad, Pelatih Sepak Bola Arab Pertama Latih Klub Brasil

Mohammed Abdul Jawad, mantan bek kiri Timnas Sepak Bola Arab Saudi. (Foto: Arab News)

Riyadh, MINA – Mantan bek kiri Timnas Sepak Bola Arab Saudi Mohammed Abdul-Jawad baru-baru ini ditunjuk sebagai pelatih tim muda klub Brasil Internacional de Minas.

Penunjukan itu menjadikan Abdel Jawad pelatih Arab pertama yang melatih klub Brasil, demikian Arab News melaporkan.

Abdul-Jawad lahir pada November 1962 di Jeddah. Ia bergabung dengan tim Al-Ahli pada 1980 pada usia 18 tahun. Ia terkenal karena kesetiaannya kepada tim, karena ia tidak pernah berganti posisi.

Keahliannya yang luar biasa membantunya mendapatkan tempat di pasukan nasional Saudi. Dia berhasil tetap menjadi bagian dari tim nasional selama 15 tahun, dimana dia terus bermain untuk Al-Ahli dan memenangkan beberapa gelar domestik dan regional.

Abdul-Jawad adalah bagian dari tim nasional Saudi yang memenangkan Piala Asia pada tahun 1984 dan 1988, serta berpartisipasi dalam Olimpiade Los Angeles pada 1984 serta final Piala Dunia.

Mario Zagallo, mantan pelatih timnas Brasil era 1981 hingga 1984, memberinya nomor 13 yang merupakan nomor Zagallo ketika ia bermain untuk negaranya pada 1950-an.

Dalam sebuah wawancara TV, Abdul-Jawad mengatakan bahwa Zagallo mengagumi cara dia berbicara bahasa Brasil dan memberinya nomor telepon sebagai hadiah.

Penampilan internasional pertama untuk bek kaki kiri itu adalah pada 1981 melawan Kuwait, yang memiliki striker hebat seperti Jasim Yaqoub dan Faisal Al-Dakheel. Abdul-Jawad menunjukkan kinerja yang sangat baik.

Abdul-Jawad dikenal karena kemampuannya untuk mencetak gol indah dari luar daerah. Para penggemar Saudi tidak akan melupakan tujuannya melawan Kamerun di kejuaraan Piala Afrika-Asia.

The flying-defender, demikian ia biasa dipanggil, menembak dari jarak lebih dari 30 yard di luar kotak dan masuk ke gawang Kamerun.

Abdul-Jawad, ayah dari enam anak itu, gantung sepatu pada 1995 dan memulai karier lain sebagai agen sepak bola dan pakar program sepak bola TV. Kefasihan berbahasa Inggris dan Portugis membantunya berhasil dalam kedua karier. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)