ACT Siapkan Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor

Jakarta, MINA – Untuk memenuhi kebutuhan pangan serta tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak banjir dan longsor, Lembaga Kemanusiaan Aksi
Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan Huntara atau Integrated Community Shelter (ICS).

Peletakkan batu pertama di ICS merupakan bentuk komitmen ACT yang dilaksanakan di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten Selasa (3/3), demikian keterangan yang diterima MINA.

“Kami akan membangun hunian-hunian
sementara sampai mereka bisa mendapatkan tempat yang layak untuk tinggal, sebagaimana yang kami lakukan untuk korban bencana Lombok dan Palu,” kata Presiden ACT Ibnu Khajar.

Sebanyak 52 KK ditargetkan dapat segera menempati hunian sementara yang dibangun dari hasil perhimpunan kepedulian publik. Huntaea ditargetkan selesai dalam waktu tiga minggu, lengkap dengan fasilitas umum seperti mushola, dapur umum, MCK, dan layanan kesehatan.

Selain penyediaan hunian, ACT juga meluncurkan Humanity Food Truck 3.0 dan Humanity Food Truck 4.0 yang dapat memproduksi hingga dua ribu porsi makanan siap santap.

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin berharap, penambahan armada tersebut dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Kapasitas yang terus meningkat dari generasi satu hingga empat ini juga menjadi komitmen ACT untuk terus meluaskan kebaikan.

Kapasitas masak Humanity Food Truck dari awal hingga sekarang terus bertambah. Kami berharap dapat melayani kebutuhan pangan masyarakat yang lebih luas lagi,” ujar Ahyudin.

“Di sisi lain juga dibutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat umum untuk saling bergandengan tangan membantu para korban banjir di Lebak untuk proses pemulihan dan rehabilitasi mereka pascaberncana,” ucapnya.

Sebelumnya, ACT telah mendistribusikan paket makanan siap santap dari Humanity Food Truck 1.0 dan 2.0 ke beberapa wilayah, salah satunya ke Kampung Seupang, Desa Pajagan, Sajira Lebak. (R/Nz/R8/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)