SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada Nama Menantu Trump Jared Kushner dalam Tim Negosiator AS dengan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 April 2026 - 22:36 WIB

Jumat, 10 April 2026 - 22:36 WIB

15 Views

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menantunya Jared Kushner. (Foto: X)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melibatkan menantunya, Jared Kushner sebagai salah satu negosiator dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan.

Kushner sebelumnya dikenal sebagai penasihat senior Gedung Putih, disebut akan bergabung dalam tim diplomasi bersama sejumlah pejabat tinggi AS lainnya. Al-Jazeera melaporkan, Jumat (10/4).

Penunjukan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Trump yang mengandalkan figur kepercayaan dalam menangani isu-isu geopolitik yang kompleks.

Selain Kushner, tim negosiasi AS juga melibatkan Wakil Presiden JD Vance dan utusan khusus Steve Witkoff. Delegasi ini dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan pihak Iran dalam rangka mencari jalan keluar atas konflik yang telah memicu ketegangan luas di kawasan.

Baca Juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak Langsung Meledak

Langkah ini dilakukan di tengah momentum diplomasi yang mulai terbuka setelah munculnya sinyal positif dari kedua pihak terkait kemungkinan kesepakatan. Presiden Trump bahkan menyebut bahwa proposal dari Iran dapat menjadi dasar yang “layak” untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan yang lebih komprehensif.

Sejumlah pengamat menilai keterlibatan Kushner juga memunculkan perdebatan, mengingat latar belakangnya sebagai pebisnis dan hubungan keluarga dengan Presiden. Meski demikian, ia sebelumnya telah terlibat dalam sejumlah inisiatif diplomasi, termasuk pembicaraan di Timur Tengah.

Di sisi lain, perundingan damai ini berlangsung dalam situasi yang masih sangat dinamis. Ketegangan militer antara AS dan Iran belum sepenuhnya mereda, sementara isu-isu krusial seperti program nuklir Iran, sanksi ekonomi, serta stabilitas kawasan masih menjadi poin utama yang harus diselesaikan dalam meja perundingan.

Keberhasilan negosiasi ini akan sangat bergantung pada komitmen kedua pihak untuk menahan eskalasi dan membuka ruang kompromi. Jika berhasil, perundingan ini dapat menjadi titik balik penting dalam meredakan konflik yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakstabilan global. []

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda