Adab Menjenguk Orang Sakit

Oleh: Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur

Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat menyayangi hamba-Nya dengan memberikan banyak sekali kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya. Nikmat Allah Ta’ala tersebut berupa hal-hal yang menyenangkan, dan juga hal-hal yang dianggap tidak menyenangkan.

Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada hambanya adalah berupa sakit, karena hal itu dapat menjadi media bagi seseorang untuk merenungi arti dari sebuah kenikmatan sehat.

Melalui sakit, Allah Ta’ala memberi pahala yang besar bagi penderitanya, juga bagi orang-orang yang menjenguknya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan jika seseorang menjenguk saudaranya yang sedang sakit:

1. Memperhatikan waktu menjenguk.

Meskipun tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu menjenguk, hendaknya memilih waktu yang tidak mengganggu orang sakit dan keluarganya. Sebaiknya menjenguk orang sakit adalah pagi atau sore.

Dalam satu hadits disebutkan, “Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras, Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih)

2. Mendoakan orang yang sakit.

Sebagaimana diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiallahu anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam mendoakan orang yang sakit:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

3. Meminta doa dari orang yang sakit.

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Azkar menjelaskan berdasarkan hadis dari Umar bin Khatab Radhiallahu anhu:

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا دخلت على مريض فمره فليدع لك، فإن دعاءه كدعاء الملائكة

Artinya: “Umar bin Khatab berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam bersabda, ‘Bila kamu mengunjungi orang sakit, mintalah ia untuk mendoakanmu, karena sesungguhnya doa mereka sama dengan doa malaikat.” (HR. Ibn Majah).

4. Tidak melihat status sosial orang yang sakit

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِم عَلَى الْمُسْلِمِ سِتْ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلَّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبَعْهُ.

Artinya: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia memanggilmu maka penuhilah, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bia dia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka bacalah Yarhamukallah (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu), bila dia sakit maka jenguklah, dan bila dia meninggal dunia maka hantarkanlah (jenazahnya).” (HR Muslim)

5. Menghibur orang yang sakit.

Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam menghibur orang yang sakit dalam sebuah sabdanya: “Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau lainnya, pasti Allah akan menghapus berbagai kesalahannya seperti pohon meruntuhkan daun-daunnya”. (HR. Muslim)

6.Tidak berlama-lama saat menjenguk orang sakit.

Menurut Imam Al Ghazali Rahimahullah (450H-505H) di antara adalah tidak berlama-lama di sisinya agar ia tidak merasa bosan. Hendaknya penjenguk meminimalisir pertanyaan tentang kondisinya, karena banyak bertanya dapat menyusahkan hatinya.

Ditulis di RS. Islam Cempaka Putih Jakarta,
Ahad, 04 Jumadil Akhir 1445 H / 17 Desember 2023 M

(L/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)