Agus Fathuddin Yusuf : Informasi Harus Seimbang

Jakarta, MINA – Agus Fathuddin Yusuf, seorang wartawan mengatakan, sebagai media dalam melihat informasi apapun dan dari manapun itu harus secara seimbang.

“Dalam ilmu jurnalistik menyebutkan istilah cover both sides, ketika ada pihak yang sedang berkonflik kita melihat dari dua belah pihak. Misalnya ada persoalan Ughur dan Sinjiang jangan menerima informasi dari Etnis Ughur saja tapi harus seimbang,” kata Agus.

Ia menyampaikan dalam Seminar “Refleksi 50 Tahun OKI” yang diselenggarakan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan bekerjasama dengan ISOIC (Islamic Society For Organization Of Islamic Cooperation) di Jakarta, Senin (17/2).

Untuk lebih dalam memahami informasi, bisa dari MUI China, Pemerintah China, Pemerintah Sinjiang, orang yang pernah ke sana. “Sehingga kita menerima informasi itu secara konfrehensif dan lengkap, tidak hanya sepihak saja, akan tetapi kepentingan banyak pihak,” ujarnya.

Khususnya untuk orang-orang Islam tentunya sudah sangat paham bahwa informasi itu kadang-kadang sumbernya betul, kemudian karena pengolahannya tidak betul maka bisa menjadi bias, lanjutnya.

Maka yang harus dilakukan adalah ferifikasi, klarifikasi dan tabayun, lanjutnya.

Menurutnya, dalam menjadi penengah daerah konflik, Indonesia sudah memiliki pengalaman yang baik dan bagus artinya tidak menggunakan megapon diplomasi terik-teriak di luar yang hasilnya tidak jelas. Akan tetapi Indonesia menggunakan shof diplomasi yang halus tidak membuat kegaduhan yang baru. Dalam mengambil langkah-langkah yang baik sehingga tidak membuat persoalan yang baru.

Acara ini Membahas 50 Tahun OKI dan sejauh mana peran yang bisa dilakukan oleh umat Muslim Indonesia.

Harapan dari acara ini adalah munculnya ide-ide yang bisa disampaikan kepada pemerintah, dan menjadi kebijakan di tingkat OKI. (L/R8/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)