Akademisi Australia: Biscuit Arnott’s Berfihak pada Selera Yahudi

Canberra, MINA – Seorang akademisi mengklaim produsen biskuit terbesar Australia, Arnott’s, telah berpihak pada selera Yahudi dan mendiskriminasi umat Islam dunia karena tidak menyediakan produk biskuit Tim Tam versi halal.

Profesor Shahjahan Khan dari University of Southern Queensland telah menulis sesuatu yang membuat heboh di Australian Muslim Times edisi bulan ini.

Di dalamnya, profesor statistik dan mantan Presiden Islamic Countries Society of Statistical Science itu menyarankan Arnott’s – pencipta Tim Tam dan Barbecue Shape – memproduksi produk halal untuk umat Islam. Demikian Daily Mail melaporkan, Rabu (9/1).

“Jadi, Arnott’s mendukung kosher (istilah halal dalam agama Yahudi) tetapi menolak untuk mendukung halal,” ujarnya.

Profesor tersebut merujuk pada sebuah artikel yang diterbitkan di Australian Jewish News pada tahun 2012. Publikasi tersebut merayakan berita Tim Tam yang akhirnya menjadi produk kosher.

Dalam sebuah pernyataan kepada Daily Mail Australia, juru bicara Arnott’s Amy Wagner berdalih perusahaannya tidak memihak atau menentang agama apa pun.

Sementara Profesor Khan mendukung keluhannya dengan merujuk posting Facebook yang diambil dari Halal Food Sydney pada 2014.

Di dalamnya, kelompok itu menyatakan sedang menyelidiki untuk melihat apakah Arnott’s mendanai Israel.

“Sangat menarik bahwa mereka bersedia untuk mendukung orang Yahudi tetapi bukan Muslim … Arnott’s memuat tulisan Arab pada paketnya untuk menipu pelanggan bahwa itu halal,” tulis posting tersebut.

Profesor itu mengutip bagian unggahan yang mengklaim Arnott’s meletakkan sedikit alkohol dalam biskuitnya, termasuk Shapes, sehingga umat Islam tidak bisa memakannya. (T/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)