SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi Pro-Palestina di Amerika Latin hingga Berlin Desak Akhiri Perang Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : widi kusnadi - Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:33 WIB

23 Views

Aksi demonstrasi dalam peringatan Hari Naksah 2026 di Berlin, Jerman. (Foto: Jaridah Al-Quds)

Gaza, MINA – Gelombang aksi solidaritas untuk Palestina berlangsung di sejumlah kota di Amerika Latin dan Eropa pada 9–11 Oktober. Para pengunjuk rasa menyerukan penghentian serangan Israel di Jalur Gaza, pertanggungjawaban atas pelanggaran, serta penghentian dukungan militer dan politik terhadap Israel.

Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Selasa (13/10), aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye global yang diluncurkan Global Alliance for Palestine. Menurut aliansi tersebut, lebih dari 200 organisasi di lebih dari 60 negara berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan gerakan masyarakat, serikat pekerja, mahasiswa, organisasi hak asasi manusia, dan kelompok masyarakat sipil.

Di Amerika Latin, aksi solidaritas digelar di sejumlah negara, termasuk Meksiko, Chile, Uruguay, Brasil, dan Peru.

Di Mexico City, ratusan orang berbaris dari Monumen Angel of Independence menuju lokasi yang disebut kelompok solidaritas sebagai “Free Palestine Square”. Mereka mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan penghentian perang di Gaza.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Sementara itu, ribuan orang dilaporkan mengikuti pawai di pusat Santiago, Chile. Aksi tersebut digerakkan oleh organisasi mahasiswa, serikat pekerja, dan kelompok hak asasi manusia. Para peserta membawa bendera Palestina serta spanduk yang mengecam operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Di Montevideo, Uruguay, ribuan orang mengikuti pawai dengan slogan “Free Palestine or Barbarism”. Mereka mendesak pemerintah mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel. Mobilisasi solidaritas serupa juga berlangsung di sejumlah kota lainnya.

Di Brasil, aksi solidaritas berlangsung di São Paulo dengan melibatkan serikat pekerja dan kelompok sosial. Central Única dos Trabalhadores (CUT), salah satu konfederasi serikat pekerja Brasil, mengumumkan partisipasi kelompok sektor kesehatan dalam kampanye yang menyerukan pembebasan Dr. Hussam Abu Safiya, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, serta tenaga kesehatan Palestina lainnya yang ditahan.

Kampanye tersebut juga menuntut perlindungan terhadap rumah sakit dan tenaga medis yang bekerja di tengah konflik.

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

Di Peru, organisasi mahasiswa, kelompok hak asasi manusia, dan organisasi solidaritas Palestina turut bergabung dalam mobilisasi global. Mereka mendesak pemerintah mengambil sikap yang lebih jelas terhadap perang di Gaza dan hubungan dengan Israel.

Gelombang demonstrasi kemudian meluas ke Eropa. Di Berlin, Jerman, sekitar 3.500 orang mengikuti demonstrasi pro-Palestina, menurut data kepolisian yang dikutip dalam laporan mengenai aksi tersebut.

Demonstrasi yang diselenggarakan kelompok United for Palestine itu dimulai di kawasan antara Kanselir Jerman dan gedung parlemen Bundestag sebagai bagian dari Global Day of Action.

Para peserta mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan seruan untuk menghentikan serangan militer Israel di Gaza. Mereka juga mendesak pemerintah Jerman menghentikan dukungan terhadap Israel, terutama dalam bidang militer.

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Ketegangan dilaporkan terjadi selama pawai, termasuk konfrontasi dengan pendukung Israel.

Aksi solidaritas serupa juga berlangsung di sejumlah kota Eropa lainnya, termasuk London, Milan, Roma, dan Warsawa. Para pengunjuk rasa menuntut penghentian perang di Gaza serta mendesak pemerintah masing-masing menghentikan pasokan senjata dan bentuk dukungan terhadap Israel.

Meluasnya aksi dari Amerika Latin hingga Eropa menunjukkan bahwa isu Palestina tetap menjadi perhatian dalam ruang publik internasional. Dukungan tidak hanya disuarakan melalui demonstrasi jalanan, tetapi juga melalui keterlibatan serikat pekerja, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat sipil.

Melalui rangkaian aksi tersebut, para peserta berupaya mendorong pemerintah dan lembaga internasional menerjemahkan tuntutan publik menjadi langkah politik untuk menghentikan kekerasan, melindungi warga sipil, dan memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran yang terjadi di Gaza.

Baca Juga: Inggris Ancam Sanksi Perusahaan yang Ikut Tender Permukiman Ilegal Israel di E1

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda